Minggu, 30 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pemalang Raya » Rektor Paramadina: Hukum yang Buruk Bisa Menghancurkan Ekonomi Nasional

Rektor Paramadina: Hukum yang Buruk Bisa Menghancurkan Ekonomi Nasional

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025 | 15:32 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyoroti dampak serius hukum yang lemah, tidak adil, dan mudah diintervensi terhadap perekonomian Indonesia. Pandangan ini disampaikan terkait kasus hukum yang menimpa mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, atau Tom Lembong.

“Saya sebagai ekonom ingin memberi kontribusi (semoga bermakna) terhadap praktek kriminalisasi hukum dan kasus Tom Lembong, bagaimana Pengaruh Hukum yang buruk terhadap Ekonomi Indonesia?” ujar Prof. Didik.

“Hukum yang lemah, tidak adil, tidak konsisten, atau mudah diintervensi kekuasaan serta dipolitisasi dapat memberikan dampak negatif serius terhadap perekonomian nasional. Hukum adalah faktor kepastian dan ketidakpastian di dalam ekonomi, khususnya investasi,” tambahnya.

Menurutnya, kepastian hukum adalah syarat mutlak bagi dunia usaha. “Negara dengan kepastian hukum yang labil dan buruk muka akan dihindari oleh investor. Kalangan bisnis dan semua investor, baik domestik maupun asing, pasti sangat memerlukan kepastian hukum,” jelas Prof. Didik.

Ia menegaskan bahwa jika sistem hukum tidak mampu menjamin kontrak, menyelesaikan sengketa secara adil, dan bebas dari intervensi politik, maka investor akan enggan menanamkan modal karena risiko kerugian bahkan kebangkrutan.

Prof. Didik juga mengingatkan bahwa hukum yang buruk berimplikasi langsung pada peningkatan biaya transaksi. “Biaya transaksi adalah biang kerok atau bahkan setan buruk di dalam ekonomi dan dunia bisnis, yang sering muncul dari sistem hukum yang buruk,” tegasnya.

Prosedur hukum yang berbelit, panjang, dan tidak jelas, menurutnya, menambah beban dunia usaha sekaligus melemahkan daya saing ekonomi nasional.

Ia menambahkan, dalam sistem hukum yang buruk, efisiensi ekonomi menurun drastis, bahkan dapat hancur total. “Contoh ekstrem adalah negara-negara dengan sistem hukum yang lemah cenderung jatuh dalam jebakan negara gagal (failed state) atau negara predatoris, yang menjadikan ekonomi hanya alat penghisapan oleh elite kekuasaan,” ungkapnya.

Terkait kasus Tom Lembong, Prof. Didik menilai ada indikasi kuat intervensi kekuasaan terhadap proses hukum. “Praktek kriminalisasi hukum karena intervensi politik terjadi pada semua rezim, tetapi sangat vulgar pada masa Jokowi. Kasus Tom Lembong ada indikasi kuat intervensi kekuasaan terhadap hukum, yang merupakan warisan Jokowi,” ujarnya.

Ia menyesalkan hilangnya prinsip dasar keadilan dalam praktik hukum di Indonesia. “Tidak ada lagi motto yang suci di dalam dunia hukum: ‘Lebih Baik Membebaskan Orang yang Salah daripada Menghukum Orang yang Benar’. Prinsip ini adalah keadilan paling mendasar di dalam dunia hukum tetapi dibuang di tong sampah oleh pemimpin-pemimpin, yang juga lahir dari demokrasi,” kata Prof. Didik.

Menutup pernyataannya, Prof. Didik mengingatkan bahwa politik yang disalahgunakan akan menjadi “anasir jahat di dalam demokrasi,” seperti yang tampak pada kasus kriminalisasi tokoh yang dianggap lawan politik.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taj Yasim Maimoen: Momentum Refleksi Perjalanan Kementerian Agama dalam Melayani Umat Selama Delapan Dekade

    Taj Yasim Maimoen: Momentum Refleksi Perjalanan Kementerian Agama dalam Melayani Umat Selama Delapan Dekade

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026 | 19:05 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kabupaten Rembang, yang digelar di MAN 2 Rembang, Jalan Sunan Bonang, Lasem, Sabtu, 3 Januari 2026. Upacara diikuti seluruh guru dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Rembang serta siswa […]

  • Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 101 Perwira Tinggi TNI

    Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 101 Perwira Tinggi TNI

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025 | 23:31 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan rotasi dan mutasi sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI berdasarkan Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/7/I/2025 tanggal 3 Januari 2025 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. “Telah resmi ditetapkan rotasi dan mutasi 101 Pati (Perwira Tinggi) TNI terdiri […]

  • Sinergi dengan Warga, Anggota TNI Koramil 06 Bodeh Gotong Royong Rehab Rumah Lansia

    Sinergi dengan Warga, Anggota TNI Koramil 06 Bodeh Gotong Royong Rehab Rumah Lansia

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025 | 19:04 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Serka Yulyanto EK, anggota TNI Koramil 06 Bodeh melakukan gotong royong bersama warga Desa Kebandaran, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Minggu (29/12/2025). Hal tersebut sebagai wujud kepedulian anggota TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, yang merupakan Babinsa desa setempat. Ia bareng warga melaksanakan kerja bhakti merehab rumah milik Lansia bernama Doyo (60) di RT.01 RW.01 […]

  • Wagub Taj Yasin Ajak Alumni Santri Jaga Sanad Keilmuan dan Persatuan

    Wagub Taj Yasin Ajak Alumni Santri Jaga Sanad Keilmuan dan Persatuan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026 | 05:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak para alumni pesantren untuk terus menjaga sanad keilmuan serta memperkuat persatuan antar santri. Itu sebagai upaya menjaga tradisi dan nilai-nilai pesantren di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi pesantren memiliki kekuatan pada kesinambungan ilmu yang tersambung dari para kiai hingga Rasulullah. “Kadang para santri kurang […]

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Bupati Pemalang Pimpin Aksi Tanam Mangrove di Desa Pesantren

    Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Bupati Pemalang Pimpin Aksi Tanam Mangrove di Desa Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026 | 12:58 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar aksi kerja bakti dan penanaman pohon mangrove di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Sabtu (06/06/2026). Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bersama jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie. Aksi lingkungan ini […]

  • Pastikan ASN Tak Terlibat Permainan Judi Online, Diskominfo Sidak Handphone Milik ASN

    Pastikan ASN Tak Terlibat Permainan Judi Online, Diskominfo Sidak Handphone Milik ASN

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024 | 23:33 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal melakukan Sidak handphone milik Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (29/7/2024). Kepala Diskominfo Kabupaten Kendal Ardhi Prasetiyo mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan bahwa ASN Diskominfo Kendal tidak terlibat dalam permainan judi online. “Pengecekan dilakukan dengan cara memeriksa satu persatu handpone milik ASN dengan melihat riwayat pencarian […]

expand_less