Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia

Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 | 15:56 WIB
  • print Cetak

Menurutnya, sains mampu menghasilkan bukti dan memprediksi berbagai risiko lingkungan, tetapi tidak dapat menentukan pilihan moral maupun prioritas kebijakan. Karena itu, etika berperan memberikan arah nilai, sementara kebijakan menjadi jembatan yang menerjemahkan temuan ilmiah ke dalam tindakan nyata.

“Sains mampu menjelaskan dan memprediksi, tetapi ia tidak memiliki value judgement. Sains tidak bisa memutuskan siapa yang harus diselamatkan lebih dahulu ketika bencana datang atau kebijakan mana yang paling adil. Di situlah etika memberikan arah, sedangkan kebijakan menjadi jembatan yang menerjemahkan keduanya menjadi tindakan nyata,” ujar Fadjar.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Univ. Hasanuddin, Laode M. Syarif menilai bahwa akar persoalan tata kelola sumber daya alam Indonesia tidak hanya terletak pada lemahnya penegakan hukum, tetapi juga pada warisan sistem hukum kolonial yang hingga kini masih menjadi dasar penguasaan ruang.

“Selama kita belum menyelesaikan persoalan konflik agraria dan belum menetapkan secara tegas kawasan yang boleh dieksploitasi dan kawasan yang wajib dilindungi, persoalan lingkungan akan terus berulang,” tutur Laode.

Direktur Program Trend Asia, Ahmad Ashof Birry yang mengingatkan bahwa transisi energi tidak cukup dimaknai sebagai sekadar dekarbonisasi. Menurutnya, perubahan sistem ekonomi harus diarahkan pada pengurangan ekstraksi sumber daya alam, distribusi manfaat yang lebih adil, serta pemulihan lingkungan.

“Kita tidak bisa terus mengukur kesejahteraan hanya dari seberapa banyak material yang berhasil diekstraksi. Sistem ekonomi harus dirancang agar distributif sekaligus regeneratif,” ungkap Ashof.

Pandangan serupa disampaikan Iqbal Damanik, Climate & Energy Campaigner Greenpeace Indonesia yang menilai berbagai fakta ilmiah mengenai krisis iklim belum mampu mengubah arah kebijakan negara.

“Sains sebenarnya sudah memberikan peringatan jauh sebelum bencana terjadi. Persoalannya bukan kurangnya bukti ilmiah, tetapi mengapa bukti tersebut tidak diterjemahkan menjadi kebijakan,” tegasnya.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota PDGI Jateng Diminta Menyebar Sampai ke Desa

    Anggota PDGI Jateng Diminta Menyebar Sampai ke Desa

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025 | 22:34 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Seluruh dokter spesialis di rumah sakit provinsi, kabupaten, kota, dan swasta, harus bahu membahu. Prioritasnya di desa termiskin yang tidak terjangkau layanan kesehatan,” ujar Ahmad Luthfi. Untuk menyelaraskan dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling), Gubernur meminta PDGI Jawa Tengah segera menyerahkan peta jalan (roadmap) kedokteran gigi. Tujuannya agar bisa terlibat aktif dalam Speling di desa-desa. […]

  • Paramadina Graduate School Of Islamic Studies (PGSI) Gelar acara Urban Sufism Day Mengangkat Spiritualitas dan Gerakan Sosial

    Paramadina Graduate School Of Islamic Studies (PGSI) Gelar acara Urban Sufism Day Mengangkat Spiritualitas dan Gerakan Sosial

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024 | 12:56 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Paramadina Graduate School of Islamic Studies (PGSI) sukses menggelar acara Urban Sufism Day dengan tema “Spiritualitas dan Gerakan Sosial”, sekaligus melaksanakan soft launching buku “Kita Begitu Dekat” yang berisi tulisan dan kenangan para sahabat Abdul Hadi WM. Buku tersebut diserahkan secara simbolis dari Universitas Paramadina kepada perwakilan keluarga dan yayasan Abdul Hadi […]

  • BPBD Pemalang Pastikan Distribusi Air Bersih di Wilayah Selatan Tepat Sasaran

    BPBD Pemalang Pastikan Distribusi Air Bersih di Wilayah Selatan Tepat Sasaran

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026 | 14:35 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Kami mengajak masyarakat untuk lebih hemat menggunakan air. Apabila masih membutuhkan bantuan, silakan mengajukan melalui kepala dusun, kemudian diteruskan ke pemerintah desa dan kecamatan sebelum diverifikasi oleh BPBD untuk selanjutnya dilakukan dropping air,” jelasnya. Sementara itu, Slamet Edy Riyanto menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat dua desa yang terdampak langsung kekeringan, yakni Desa Gombong dan […]

  • Tingkatkan Layanan Masyarakat Pemkab Pemalang Fokus Pembangunan Infrastruktur

    Tingkatkan Layanan Masyarakat Pemkab Pemalang Fokus Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025 | 18:45 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur ekonomi dan sosial, khususnya pembangunan dan pemeliharaan jalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang dalam rangka Penyampaian Raperda APBD Kabupaten Pemalang TA 2026 dan Penetapan Perubahan Prompemperda Tahun 2025 di Ruang Rapat DPRD […]

  • Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Evaluasi dan Outlook Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

    Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Evaluasi dan Outlook Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025 | 10:11 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Menurut Hetifah, perguruan tinggi Indonesia perlu bertransformasi dari sekadar institusi pengajaran menuju pusat inovasi dan penggerak kemajuan ekonomi. Evolusi ini penting agar lulusan mampu menjawab tantangan strategis nasional seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, dan penguasaan sains serta teknologi. Dari perspektif transformasi kelembagaan, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU menekankan pentingnya peningkatan kualitas berbasis strategi […]

  • Ahmad Luthfi Salurkan BLT DBHCHT, Ringankan Beban 85 Ribu Buruh Tembakau Jateng

    Ahmad Luthfi Salurkan BLT DBHCHT, Ringankan Beban 85 Ribu Buruh Tembakau Jateng

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026 | 14:34 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga daya beli para pekerja. “Ini untuk meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat. Bisa untuk membeli kebutuhan pangan maupun kebutuhan sekolah anak. Ini hak masyarakat yang bekerja di industri hasil tembakau dan harus diberikan oleh pemerintah,” tegasnya. Secara keseluruhan, BLT DBHCHT Tahun […]

expand_less