Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia

Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 | 15:56 WIB
  • print Cetak

Menurutnya, sains mampu menghasilkan bukti dan memprediksi berbagai risiko lingkungan, tetapi tidak dapat menentukan pilihan moral maupun prioritas kebijakan. Karena itu, etika berperan memberikan arah nilai, sementara kebijakan menjadi jembatan yang menerjemahkan temuan ilmiah ke dalam tindakan nyata.

Sains mampu menjelaskan dan memprediksi, tetapi ia tidak memiliki value judgement. Sains tidak bisa memutuskan siapa yang harus diselamatkan lebih dahulu ketika bencana datang atau kebijakan mana yang paling adil. Di situlah etika memberikan arah, sedangkan kebijakan menjadi jembatan yang menerjemahkan keduanya menjadi tindakan nyata,” ujar Fadjar.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Univ. Hasanuddin, Laode M. Syarif menilai bahwa akar persoalan tata kelola sumber daya alam Indonesia tidak hanya terletak pada lemahnya penegakan hukum, tetapi juga pada warisan sistem hukum kolonial yang hingga kini masih menjadi dasar penguasaan ruang.

“Selama kita belum menyelesaikan persoalan konflik agraria dan belum menetapkan secara tegas kawasan yang boleh dieksploitasi dan kawasan yang wajib dilindungi, persoalan lingkungan akan terus berulang,” tutur Laode.

Direktur Program Trend Asia, Ahmad Ashof Birry yang mengingatkan bahwa transisi energi tidak cukup dimaknai sebagai sekadar dekarbonisasi. Menurutnya, perubahan sistem ekonomi harus diarahkan pada pengurangan ekstraksi sumber daya alam, distribusi manfaat yang lebih adil, serta pemulihan lingkungan.

“Kita tidak bisa terus mengukur kesejahteraan hanya dari seberapa banyak material yang berhasil diekstraksi. Sistem ekonomi harus dirancang agar distributif sekaligus regeneratif,” ungkap Ashof.

Pandangan serupa disampaikan Iqbal Damanik, Climate & Energy Campaigner Greenpeace Indonesia yang menilai berbagai fakta ilmiah mengenai krisis iklim belum mampu mengubah arah kebijakan negara.

Sains sebenarnya sudah memberikan peringatan jauh sebelum bencana terjadi. Persoalannya bukan kurangnya bukti ilmiah, tetapi mengapa bukti tersebut tidak diterjemahkan menjadi kebijakan,” tegasnya.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalam Waktu Dua Hari Polsek Subah Berhasil Amankan 70 Botol Miras Jenis Ciu

    Dalam Waktu Dua Hari Polsek Subah Berhasil Amankan 70 Botol Miras Jenis Ciu

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2024 | 17:15 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Kami minta masyarakat menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dan ciptakan iklim sejuk guna kondusivitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Batang pada umumnya dan Kecamatan Subah khususnya,” pungkasnya.***

  • Bupati Pemalang Meminta Seluruh OPD Respon Cepat dengan Aduan Masyarakat

    Bupati Pemalang Meminta Seluruh OPD Respon Cepat dengan Aduan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024 | 20:36 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Dengan begitu, layanan informasi dan komunikasi publik di Kabupaten Pemalang dapat berjalan dengan baik. “Semoga kegiatan ini menjadi titik awal bagi kemajuan Pemkab Pemalang, sehingga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Pemalang,” harapnya. Sementara itu, Kepala Diskominfo Pemalang Joko Ngatmo dalam laporannya menerangkan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman perangkat daerah, kecamatan, BLUD, BUMD dan […]

  • Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Evaluasi dan Outlook Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

    Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Evaluasi dan Outlook Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025 | 10:11 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Menurut Hetifah, perguruan tinggi Indonesia perlu bertransformasi dari sekadar institusi pengajaran menuju pusat inovasi dan penggerak kemajuan ekonomi. Evolusi ini penting agar lulusan mampu menjawab tantangan strategis nasional seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, dan penguasaan sains serta teknologi. Dari perspektif transformasi kelembagaan, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU menekankan pentingnya peningkatan kualitas berbasis strategi […]

  • Mendapat Kuota CASN, Seleksi CPNS Pemprov Jateng 2024 Akan Dimulai Agustus Pekan Ketiga 

    Mendapat Kuota CASN, Seleksi CPNS Pemprov Jateng 2024 Akan Dimulai Agustus Pekan Ketiga 

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024 | 21:45 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Tahun 2024 Jawa Tengah mendapat kuota CASN (PNS dan PPPK) sebanyak 4.446 formas. Dari jumlah itu kuota untuk CPNS sebanyak 265 formasi, dan PPPK 4.181 formasi, Jumat (16/8/2024). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Rahmah Nur Hayati mengatakan, tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) rencananya akan dimulai pada Agustus 2024 pekan […]

  • Peringatan HUT ke-58 Pemkab Batang Gelar Turnamen e-Sport ML

    Peringatan HUT ke-58 Pemkab Batang Gelar Turnamen e-Sport ML

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024 | 19:12 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Salah satu peserta dari SMAN 1 Subah, bernama Dinda Septi Yolanda (17). Ia tergabung dalam tim Smabah Gen 37. Walaupun perempuan, ia bersama timnya optimis bisa meraih gelar juara. “Saya sudah main sejak SMP, suka Exp lane pakai hero Benendeta. Meskipun saya perempuan Tidak minder dan siap bertanding,” pungkasnya.***

  • Tunjukkan Sportivitas, Atlet Brass Bress Boxing Gelar Tatap Muka Resmi di Kajen

    Tunjukkan Sportivitas, Atlet Brass Bress Boxing Gelar Tatap Muka Resmi di Kajen

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026 | 23:21 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Seluruh kontestan Brass Bress Boxing berkumpul di GSP Plus Gandarum, Kabupaten Pekalongan, untuk melaksanakan sesi Face Off resmi pada Jumat siang (10/7/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian krusial untuk menunjukkan kesiapan duel antar petinju sekaligus memperkuat nilai sportivitas di hadapan penyelenggara dan publik. Tak hanya sesi tatap muka, panitia penyelenggara memanfaatkan pertemuan ini […]

expand_less