Selasa, 7 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia

Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menurutnya, sains mampu menghasilkan bukti dan memprediksi berbagai risiko lingkungan, tetapi tidak dapat menentukan pilihan moral maupun prioritas kebijakan. Karena itu, etika berperan memberikan arah nilai, sementara kebijakan menjadi jembatan yang menerjemahkan temuan ilmiah ke dalam tindakan nyata.

Sains mampu menjelaskan dan memprediksi, tetapi ia tidak memiliki value judgement. Sains tidak bisa memutuskan siapa yang harus diselamatkan lebih dahulu ketika bencana datang atau kebijakan mana yang paling adil. Di situlah etika memberikan arah, sedangkan kebijakan menjadi jembatan yang menerjemahkan keduanya menjadi tindakan nyata,” ujar Fadjar.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Univ. Hasanuddin, Laode M. Syarif menilai bahwa akar persoalan tata kelola sumber daya alam Indonesia tidak hanya terletak pada lemahnya penegakan hukum, tetapi juga pada warisan sistem hukum kolonial yang hingga kini masih menjadi dasar penguasaan ruang.

“Selama kita belum menyelesaikan persoalan konflik agraria dan belum menetapkan secara tegas kawasan yang boleh dieksploitasi dan kawasan yang wajib dilindungi, persoalan lingkungan akan terus berulang,” tutur Laode.

Direktur Program Trend Asia, Ahmad Ashof Birry yang mengingatkan bahwa transisi energi tidak cukup dimaknai sebagai sekadar dekarbonisasi. Menurutnya, perubahan sistem ekonomi harus diarahkan pada pengurangan ekstraksi sumber daya alam, distribusi manfaat yang lebih adil, serta pemulihan lingkungan.

“Kita tidak bisa terus mengukur kesejahteraan hanya dari seberapa banyak material yang berhasil diekstraksi. Sistem ekonomi harus dirancang agar distributif sekaligus regeneratif,” ungkap Ashof.

Pandangan serupa disampaikan Iqbal Damanik, Climate & Energy Campaigner Greenpeace Indonesia yang menilai berbagai fakta ilmiah mengenai krisis iklim belum mampu mengubah arah kebijakan negara.

Sains sebenarnya sudah memberikan peringatan jauh sebelum bencana terjadi. Persoalannya bukan kurangnya bukti ilmiah, tetapi mengapa bukti tersebut tidak diterjemahkan menjadi kebijakan,” tegasnya.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • FK METRA Pemalang Raih Juara Harapan Tiga

    FK METRA Pemalang Raih Juara Harapan Tiga

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025 | 00:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Forum Komunikasi Media Tradisional (FK METRA) Gemilang Kabupaten Pemalang meraih Juara Harapan tiga dalam rangka festival pertunra FK METRA Jateng tahun 2025 yang diselenggarakan Diskominfo Provinsi Jawa Tengah. Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam acara Penghargaan Pertura Forum Komunikasi Media Tradisional (FK METRA) dan Film Pendek Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) se Jawa […]

  • Dispora Baru Fokus Pembinaan Atlet, Wagub: Jateng Target Tiga Besar

    Dispora Baru Fokus Pembinaan Atlet, Wagub: Jateng Target Tiga Besar

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026 | 00:11 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Hal itu dikatakan Gus Yasin, sapaan akrabnya, usai melantik pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) periode 2025 – 2029 di tempat yang sama. “Berharap sekali, Jawa Tengah bisa meraih prestasi itu. Semoga nanti bisa menggelorakan olahraga di Jawa Tengah. Syukur-syukur bisa menjadi tuan rumah lagi,” kata Gus Yasin. Pada kesempatan tersebut, Gus Yasin mengapresiasi […]

  • Festival Ramadhan di Pemalang Salurkan Bantuan Sebanyak 5.700 Paket

    Festival Ramadhan di Pemalang Salurkan Bantuan Sebanyak 5.700 Paket

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024 | 17:28 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Jangan boros, karena boros adalah salah satu sifat buruk, sebagaimana disampaikan firman-Nya, ‘Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya’. (QS Al-Isra’: 27),” ucapnya. Selain itu, pihaknya juga mengajak semua elemen masyarakat untuk memaknai kegiatan tersebut sebagai motivasi untuk memperbanyak berbagi, saling tolong menolong dan sedekah terhadap sesama. […]

  • Ahmad Luthfi Salurkan BLT DBHCHT, Ringankan Beban 85 Ribu Buruh Tembakau Jateng

    Ahmad Luthfi Salurkan BLT DBHCHT, Ringankan Beban 85 Ribu Buruh Tembakau Jateng

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026 | 14:34 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga daya beli para pekerja. “Ini untuk meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat. Bisa untuk membeli kebutuhan pangan maupun kebutuhan sekolah anak. Ini hak masyarakat yang bekerja di industri hasil tembakau dan harus diberikan oleh pemerintah,” tegasnya. Secara keseluruhan, BLT DBHCHT Tahun […]

  • Wagub Taj Yasin Ajak Alumni Santri Jaga Sanad Keilmuan dan Persatuan

    Wagub Taj Yasin Ajak Alumni Santri Jaga Sanad Keilmuan dan Persatuan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026 | 05:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Lebih lanjut, Wagub mengapresiasi terselenggaranya pertemuan lintas alumni pesantren yang dinilai mampu mempererat silaturahmi sekaligus menyambungkan jejaring antarpesantren di berbagai daerah. Ia menyebut kegiatan semacam ini telah dilakukan di sejumlah wilayah dan diharapkan terus berlanjut. “Pertemuan ini penting untuk menyambung hubungan antaralumni pesantren, sehingga kebersamaan dan nilai-nilai pesantren tetap terjaga,” katanya. Sementara itu, Pengasuh Ponpes […]

  • Pertumbuhan Ekonomi Melesat, Investasi Bergeliat

    Pertumbuhan Ekonomi Melesat, Investasi Bergeliat

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025 | 21:35 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Ini merupakan hasil perencanaan dan kerja kolaborasi dari seluruh stakeholder, termasuk dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, dan Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 22 Desember 2025. Melesatnya pertumbuhan ekonomi itu juga berpengaruh terhadap geliat investasi di provinsi ini. Berdasarkan data dari […]

expand_less