Ketua Umum Hidayatullah Tekankan Pentingnya Daya Tahan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global
- account_circle Fahroji
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc.(Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Bagi seorang mujahid, inovasi bukan sekadar proses teknis, tetapi merupakan hasil dari motivasi kuat dan proses berpikir sistematis yang melibatkan Allah Ta’ala sebagai sumber inovasi tertinggi,” katanya.
Inovasi dan transformasi dipandang dia sebagai dua elemen yang memiliki hubungan simbiosis yang erat. KH Naspi Arsyad menjelaskan bahwa inovasi berperan sebagai katalisator atau pemicu, sementara transformasi adalah bentuk perubahan struktural yang dihasilkan secara menyeluruh dari implementasi ide-ide baru tersebut.
“Inovasi bagai katalisator, memicu kebutuhan untuk bertransformasi agar tetap kompetitif hingga menjadi unggul dan berpengaruh,” tegasnya.
Guna mencapai target tersebut, Naspi menyebutkan tiga pilar utama yang harus dikembangkan dalam tubuh Muslimat Hidayatullah, yaitu perubahan pola pikir (mindset) yang kritis, optimalisasi proses melalui eksperimentasi dan iterasi, serta perumusan strategi yang adaptif.
“Pola pikir yang berani mengambil risiko harus diimbangi dengan manajemen perubahan dan budaya organisasi yang terbuka terhadap kolaborasi,” katanya.
Naspi menyampaikan, Hidayatullah telah memvalidasi perjalanannya melalui berbagai inovasi tepat guna. Hal ini terlihat dari pemilihan format pesantren ala perkampungan Islam sejak masa awal hingga transformasi besar pada tahun 2000, saat organisasi ini beralih dari format Organisasi Sosial (Orsos) menjadi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
KH Naspi Arsyad menutup sambutannya dengan harapan agar Rakernas ini menjadi momentum penguatan peran Muslimat Hidayatullah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.*
- Penulis: Fahroji


