Selasa, 14 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Rektor Paramadina: Hukum yang Buruk Bisa Menghancurkan Ekonomi Nasional

Rektor Paramadina: Hukum yang Buruk Bisa Menghancurkan Ekonomi Nasional

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025 | 15:32 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyoroti dampak serius hukum yang lemah, tidak adil, dan mudah diintervensi terhadap perekonomian Indonesia. Pandangan ini disampaikan terkait kasus hukum yang menimpa mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, atau Tom Lembong.

“Saya sebagai ekonom ingin memberi kontribusi (semoga bermakna) terhadap praktek kriminalisasi hukum dan kasus Tom Lembong, bagaimana Pengaruh Hukum yang buruk terhadap Ekonomi Indonesia?” ujar Prof. Didik.

“Hukum yang lemah, tidak adil, tidak konsisten, atau mudah diintervensi kekuasaan serta dipolitisasi dapat memberikan dampak negatif serius terhadap perekonomian nasional. Hukum adalah faktor kepastian dan ketidakpastian di dalam ekonomi, khususnya investasi,” tambahnya.

Menurutnya, kepastian hukum adalah syarat mutlak bagi dunia usaha. “Negara dengan kepastian hukum yang labil dan buruk muka akan dihindari oleh investor. Kalangan bisnis dan semua investor, baik domestik maupun asing, pasti sangat memerlukan kepastian hukum,” jelas Prof. Didik.

Ia menegaskan bahwa jika sistem hukum tidak mampu menjamin kontrak, menyelesaikan sengketa secara adil, dan bebas dari intervensi politik, maka investor akan enggan menanamkan modal karena risiko kerugian bahkan kebangkrutan.

Prof. Didik juga mengingatkan bahwa hukum yang buruk berimplikasi langsung pada peningkatan biaya transaksi. “Biaya transaksi adalah biang kerok atau bahkan setan buruk di dalam ekonomi dan dunia bisnis, yang sering muncul dari sistem hukum yang buruk,” tegasnya.

Prosedur hukum yang berbelit, panjang, dan tidak jelas, menurutnya, menambah beban dunia usaha sekaligus melemahkan daya saing ekonomi nasional.

Ia menambahkan, dalam sistem hukum yang buruk, efisiensi ekonomi menurun drastis, bahkan dapat hancur total. “Contoh ekstrem adalah negara-negara dengan sistem hukum yang lemah cenderung jatuh dalam jebakan negara gagal (failed state) atau negara predatoris, yang menjadikan ekonomi hanya alat penghisapan oleh elite kekuasaan,” ungkapnya.

Terkait kasus Tom Lembong, Prof. Didik menilai ada indikasi kuat intervensi kekuasaan terhadap proses hukum. “Praktek kriminalisasi hukum karena intervensi politik terjadi pada semua rezim, tetapi sangat vulgar pada masa Jokowi. Kasus Tom Lembong ada indikasi kuat intervensi kekuasaan terhadap hukum, yang merupakan warisan Jokowi,” ujarnya.

Ia menyesalkan hilangnya prinsip dasar keadilan dalam praktik hukum di Indonesia. “Tidak ada lagi motto yang suci di dalam dunia hukum: ‘Lebih Baik Membebaskan Orang yang Salah daripada Menghukum Orang yang Benar’. Prinsip ini adalah keadilan paling mendasar di dalam dunia hukum tetapi dibuang di tong sampah oleh pemimpin-pemimpin, yang juga lahir dari demokrasi,” kata Prof. Didik.

Menutup pernyataannya, Prof. Didik mengingatkan bahwa politik yang disalahgunakan akan menjadi “anasir jahat di dalam demokrasi,” seperti yang tampak pada kasus kriminalisasi tokoh yang dianggap lawan politik.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakamla RI Jemput Empat Nelayan Indonesia di Perbatasan Laut Indonesia–Malaysia

    Bakamla RI Jemput Empat Nelayan Indonesia di Perbatasan Laut Indonesia–Malaysia

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025 | 16:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Empat nelayan asal Batam akhirnya kembali ke tanah air setelah sebelumnya diamankan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) karena tanpa sengaja melintasi batas perairan. Proses pemulangan dilakukan secara resmi melalui kerja sama antara APMM, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia Bakamla RI. Serah terima berlangsung […]

  • Jawa Tengah Perkuat Manajemen Talenta ASN, Kepala BKN: Layak Jadi Barometer Nasional

    Jawa Tengah Perkuat Manajemen Talenta ASN, Kepala BKN: Layak Jadi Barometer Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026 | 17:22 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat reformasi birokrasi melalui pengembangan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) berbasis sistem merit. Komitmen tersebut dinilai menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah terdepan dan layak menjadi barometer nasional dalam pengelolaan ASN. Komitmen penguatan manajemen talenta itu ditegaskan melalui penandatanganan kesepakatan bersama seluruh kepala daerah se-Jawa […]

  • Lebih dari 17 Ribu RTLH Dibangun di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Wujudkan Rumah Layak untuk Warga Play Button

    Lebih dari 17 Ribu RTLH Dibangun di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Wujudkan Rumah Layak untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026 | 17:26 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    FB : https://www.facebook.com/jurnal.pemalang IG: https://www.instagram.com/jurnalpemalang/ X: https://x.com/jurnal_pemalang Yotube: https://www.youtube.com/@JurnalPemalang TikTok : https://www.tiktok.com/@jurnal.pemalang

  • Mobilitas Libur Nataru H-2 di Jawa Tengah Masih Normal, Belum Ada Lonjakan Lalu Lintas Signifikan

    Mobilitas Libur Nataru H-2 di Jawa Tengah Masih Normal, Belum Ada Lonjakan Lalu Lintas Signifikan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025 | 15:26 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Mobilitas masyarakat pada awal libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di wilayah Jawa Tengah masih relatif normal. Hingga H-2 Natal, belum terlihat lonjakan signifikan arus lalu lintas, baik di jalan arteri maupun ruas tol. “Secara umum masih normal. Pergerakan masyarakat saat Nataru ini cenderung flat, baik yang menuju Jakarta maupun yang […]

  • Hut Bhayangkara ke-79, Muspika dan Simongklang Ulujami Adakan Tasyakuran di Mapolsek Ulujami

    Hut Bhayangkara ke-79, Muspika dan Simongklang Ulujami Adakan Tasyakuran di Mapolsek Ulujami

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025 | 21:17 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang  – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada Selasa, 1 Juli 2025, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ulujami bersama Paguyuban Kepala Desa (simongklang) Kecamatan Ulujami menggelar tasyakuran di Mapolsek Ulujami. Kapolsek Ulujami, AKP Teguh Hadi, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan tasyakuran yang dilakukan Muspika, kepala desa, […]

  • Njagong Bareng Warga di Pos Kamling, Ahmad Luthfi Aktifkan Siskamling dan Jogo Tonggo

    Njagong Bareng Warga di Pos Kamling, Ahmad Luthfi Aktifkan Siskamling dan Jogo Tonggo

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025 | 10:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung jagongan bareng warga di benerapa pos kamling di Kota Semarang, Kamis malam, 11 September 2025. Gubernur ingin melihat keaktifan dan efektivitas sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang ada di masyarakat. Ada tiga pos kamling yang ditinjau Ahmad Luthfi malam itu. Di antaranya Pos Kamling RT 01 […]

expand_less