Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Rektor Paramadina: Hukum yang Buruk Bisa Menghancurkan Ekonomi Nasional

Rektor Paramadina: Hukum yang Buruk Bisa Menghancurkan Ekonomi Nasional

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyoroti dampak serius hukum yang lemah, tidak adil, dan mudah diintervensi terhadap perekonomian Indonesia. Pandangan ini disampaikan terkait kasus hukum yang menimpa mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, atau Tom Lembong.

“Saya sebagai ekonom ingin memberi kontribusi (semoga bermakna) terhadap praktek kriminalisasi hukum dan kasus Tom Lembong, bagaimana Pengaruh Hukum yang buruk terhadap Ekonomi Indonesia?” ujar Prof. Didik.

“Hukum yang lemah, tidak adil, tidak konsisten, atau mudah diintervensi kekuasaan serta dipolitisasi dapat memberikan dampak negatif serius terhadap perekonomian nasional. Hukum adalah faktor kepastian dan ketidakpastian di dalam ekonomi, khususnya investasi,” tambahnya.

Menurutnya, kepastian hukum adalah syarat mutlak bagi dunia usaha. “Negara dengan kepastian hukum yang labil dan buruk muka akan dihindari oleh investor. Kalangan bisnis dan semua investor, baik domestik maupun asing, pasti sangat memerlukan kepastian hukum,” jelas Prof. Didik.

Ia menegaskan bahwa jika sistem hukum tidak mampu menjamin kontrak, menyelesaikan sengketa secara adil, dan bebas dari intervensi politik, maka investor akan enggan menanamkan modal karena risiko kerugian bahkan kebangkrutan.

Prof. Didik juga mengingatkan bahwa hukum yang buruk berimplikasi langsung pada peningkatan biaya transaksi. “Biaya transaksi adalah biang kerok atau bahkan setan buruk di dalam ekonomi dan dunia bisnis, yang sering muncul dari sistem hukum yang buruk,” tegasnya.

Prosedur hukum yang berbelit, panjang, dan tidak jelas, menurutnya, menambah beban dunia usaha sekaligus melemahkan daya saing ekonomi nasional.

Ia menambahkan, dalam sistem hukum yang buruk, efisiensi ekonomi menurun drastis, bahkan dapat hancur total. “Contoh ekstrem adalah negara-negara dengan sistem hukum yang lemah cenderung jatuh dalam jebakan negara gagal (failed state) atau negara predatoris, yang menjadikan ekonomi hanya alat penghisapan oleh elite kekuasaan,” ungkapnya.

Terkait kasus Tom Lembong, Prof. Didik menilai ada indikasi kuat intervensi kekuasaan terhadap proses hukum. “Praktek kriminalisasi hukum karena intervensi politik terjadi pada semua rezim, tetapi sangat vulgar pada masa Jokowi. Kasus Tom Lembong ada indikasi kuat intervensi kekuasaan terhadap hukum, yang merupakan warisan Jokowi,” ujarnya.

Ia menyesalkan hilangnya prinsip dasar keadilan dalam praktik hukum di Indonesia. “Tidak ada lagi motto yang suci di dalam dunia hukum: ‘Lebih Baik Membebaskan Orang yang Salah daripada Menghukum Orang yang Benar’. Prinsip ini adalah keadilan paling mendasar di dalam dunia hukum tetapi dibuang di tong sampah oleh pemimpin-pemimpin, yang juga lahir dari demokrasi,” kata Prof. Didik.

Menutup pernyataannya, Prof. Didik mengingatkan bahwa politik yang disalahgunakan akan menjadi “anasir jahat di dalam demokrasi,” seperti yang tampak pada kasus kriminalisasi tokoh yang dianggap lawan politik.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • TP PKK Kabupaten Pemalang Lakukan Pembinaan dan Verifikasi Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK Desa Pesucen

    TP PKK Kabupaten Pemalang Lakukan Pembinaan dan Verifikasi Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK Desa Pesucen

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemalang, Jurnal Pemalang – Tim pembina Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pamalang melakukan pembinaan dan verifikasi pelaksanaan 10 program pokok PKK Desa, di Desa Pesucen, Kecamatan Petarukan, Kamis (11/7/2024). Ketua PKK Kabupaten Pemalang Shanti Rosalia mengatakan, kegiatan yang digelar merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh PKK Kabupaten. Dalam acara memiliki berbagai kegiatan seperti kegiatan pos […]

  • Dalam Waktu Dua Hari Polsek Subah Berhasil Amankan 70 Botol Miras Jenis Ciu

    Dalam Waktu Dua Hari Polsek Subah Berhasil Amankan 70 Botol Miras Jenis Ciu

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Puluhan botol minuman keras (miras) berhasil diamankan Polsek Subah melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang bulan suci Ramadhan, Sabtu (16/3/2024). Kapolres Batang AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo melalui Kapolsek Subah AKP Rofi’i mengatakan, miras yang berhasil diamankan hasil gelaran rezia pada hari Minggu hingga Senin dini hari lalu. “Kami amankan miras sejumlah […]

  • Wartawan Emsatunews Atlet Tertua Dalam KBAM 2025 Wilayah Tengah

    Wartawan Emsatunews Atlet Tertua Dalam KBAM 2025 Wilayah Tengah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Jurnalis Emsatunews Adang Purnomo menjadi peserta Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) tertua, kareananya ia pun telah mempersiapkan diri dengan berlatih secara rutin 2 kali semingggu. “Untuk menghadapi event KBAM 2025, saya telah mempersiapkan diri dengan berlatih teknik dua kali seminggu dan menggenjot fisik juga 2 kali seminggu,” katanya. “Semula saya berpasangan dengan […]

  • Gubernur Ahmad Luthfi Tancap Gas Swasembada 2026 Usai Diapresiasi Presiden Prabowo

    Gubernur Ahmad Luthfi Tancap Gas Swasembada 2026 Usai Diapresiasi Presiden Prabowo

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kinerja sektor pangan Jawa Tengah yang mendapat apresiasi Presiden Prabowo Subianto memacu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat langkah menuju swasembada pangan 2026. Percepatan produksi pangan menjadi prioritas utama seiring peran strategis Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen tersebut di hadapan Menko Bidang Pangan […]

  • Fadia Arafiq: Cabai Melonjak Hampir Dua Kali Lipat, Pemerintah Siap Intervensi!

    Fadia Arafiq: Cabai Melonjak Hampir Dua Kali Lipat, Pemerintah Siap Intervensi!

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Forkopimda menggelar pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di UPTD Pasar Induk Kajen. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi kenaikan harga dan salah satu langkah pengendalian inflasi di wilayah tersebut, Rabu (10/12/2025). Hadir dalam pemantauan tersebut Bupati Pekalongan Hj. Fadia […]

  • Duta GenRe Diharapkan Bisa Bantu Atasi Permasalahan Stunting

    Duta GenRe Diharapkan Bisa Bantu Atasi Permasalahan Stunting

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang Duta GenRe diharapkan bisa membantu mengatasi permasalahan stunting. Harapan tersebut disampaikan Bunda GenRe Noor Faizah Maenofie ketika membuka acara Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Pemalang Tahun 2025 yang dilaksanakan mulai hari ini hingga 17 Oktober di Pendopo Kabupaten, Kamis, (16/10). Kepada semua peserta yang mengikuti Pemilihan […]

expand_less