Integrasi Nilai-Nilai Agama dalam Keilmuan Modern sebagai Basis Penguatan Pendidikan Berkarakter
- account_circle Tuko Chaeron
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 08:50 WIB
- print Cetak

Gambar ilustrasi.(generate by IA)
Inilah Tiga muatan nilai sebagai karakterik ilmu sosial politik dari ayat di atas adalah: pertama, humanisasi (menyuruh kepada yang ma’ruf atau menegakkan kebaikan), kedua, liberasi (mencegah kemunkaran), dan ketiga, transendensi ( beriman kepada Allah ) yang harus terintegrasi dalam dunia pendidikan modern sekarang ini.
Dalam konteks ini, integrasi nilai-nilai agama dalam keilmuan modern menjadi solusi strategis. Integrasi ini tidak hanya menyatukan dua ranah ilmu, tetapi juga membangun paradigma pendidikan yang holistik. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam artikel ini adalah:
(1) bagaimana konsep integrasi nilai agama dalam keilmuan modern, dan
(2) bagaimana peran integrasi tersebut dalam penguatan pendidikan berkarakter. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji konsep tersebut serta menganalisis kontribusinya dalam pembentukan karakter peserta didik.
Kajian Teoretis
1. Hakikat Nilai-Nilai Agama
Nilai-nilai agama merupakan prinsip-prinsip hidup yang bersumber dari ajaran ilahi yang berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, nilai-nilai tersebut mencakup aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan toleransi menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter individu.
- Penulis: Tuko Chaeron


