Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kolom » Integrasi Nilai-Nilai Agama dalam Keilmuan Modern sebagai Basis Penguatan Pendidikan Berkarakter

Integrasi Nilai-Nilai Agama dalam Keilmuan Modern sebagai Basis Penguatan Pendidikan Berkarakter

  • account_circle Tuko Chaeron
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 08:50 WIB
  • print Cetak

Pendidikan karakter menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi yang dapat mempengaruhi moral generasi muda.

Pembahasan

1. Paradigma Integrasi Nilai Agama dalam Keilmuan Modern

Paradigma pendidikan saat ini mulai bergeser dari dikotomi menuju integrasi. Ilmu tidak lagi dipisahkan antara agama dan umum, tetapi dipandang sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.

Pendekatan integratif ini menempatkan nilai agama sebagai landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, ilmu tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memahami dunia, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

2. Implementasi Integrasi dalam Pembelajaran

Integrasi nilai agama dalam keilmuan modern dapat diterapkan dalam koridor penyusunan kurikulum pembelajaran . Dalam pandangan Filsafat Neoskolatisisme Religius Kurikulum  menurut  pandangan  aliran  ini  menekankan  pada  materi kajian  yang  berkaitan  erat  dengan  aspek-aspek  intelektual  dan  spiritual  dari kebudayaan.  Selain  itu,  anak  didik  dipandang  sebagai  makhluk  rasional yang memiliki potensi alamiah untuk menggapai kebenaran dan pengetahuan, serta  sebagai  makhluk  spiritual  yang  dapat  berhubungan  dengan  Tuhan. Adapun  guru,  dilihat  sebagai  seorang  pemimpin  spiritual,  seorang  yang berdisiplin  mental  dengan  kemampuan  mengembangkan  rasio,  ingatan,  dan daya kemauan pada diri anak didiknya.

Sementara Filsafat Pragmatisme berpandangan bahwa kurikulum harus disusun dengan melihat kebutuhan-kebutuhan subjek didik, maka kurikulum tidak boleh dibagi ke  dalam  bidang  materi  pengajaran  yang  membatasi  dan  tidak  alamiah. Kurikulum  harus  dibangun  atas  dasar  unit-unit  yang  alamiah  (wajar)  yang tidak  menimbulkan  persoalan  dan  pengalaman  yang  menekan  pada  subjek didik.

  • Penulis: Tuko Chaeron

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keindahan Filosofi “Banyu Panguripan”: Kolaborasi Seni Pemalang Memukau TMII

    Keindahan Filosofi “Banyu Panguripan”: Kolaborasi Seni Pemalang Memukau TMII

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 | 22:10 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Penemuan mata air tersebut kemudian melahirkan Ritual Agung Banyu Panguripan, sebuah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur atas anugerah air yang telah menghidupi masyarakat. Tradisi ini tidak hanya merefleksikan hubungan harmonis antaramanusia dan alam, tetapi juga menjadi simbol semangat, gotong royong, dan keteguhan masyarakat dalam menghadapi tantangan. Dari kisah tersebut terinspirasi suatu […]

  • Tangani Masalah Kesehatan, Pemprov Jateng Kuatkan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

    Tangani Masalah Kesehatan, Pemprov Jateng Kuatkan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024 | 20:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar membeberkan, hingga saat ini masih ada beberapa persoalan kesehatan yang mesti diselesaikan. “Persoalan kesehatan itu, angka kematian ibu melahirkan, stunting, tuberkulosis, penyakit menular, dan lainnya,” bebernya. Menurut dia, berbagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga keterlibatan semua komponen masyarakat. […]

  • Gebyar Hari Guru Nasional 2025 Ranting PGRI Banyumudal, Pemalang Play Button

    Gebyar Hari Guru Nasional 2025 Ranting PGRI Banyumudal, Pemalang

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025 | 05:14 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

     

  • Bupati Pemalang Bahas Solusi Banjir Rob Bersama BPOPPJ

    Bupati Pemalang Bahas Solusi Banjir Rob Bersama BPOPPJ

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026 | 16:24 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Terkait wilayah kerja BPOPPJ yang tidak hanya terbatas di Kabupaten Pemalang saja melainkan mencakup seluruh kawasan Pantai Utara Jawa yang memiliki nilai ekonomis tinggi, Bupati kembali  berharap upaya penanganan dapat berjalan lancar. “Kami paham tanggung jawab BPOPPJ sangat luas di sepanjang Pantura. Semoga tugas ini dimudahkan sehingga berbagai kendala dapat kita atasi bersama,” tambahnya. Sementara […]

  • Polisi Gerak Cepat Tertibkan Balap Liar di Wilayah Sragi, Pekalongan

    Polisi Gerak Cepat Tertibkan Balap Liar di Wilayah Sragi, Pekalongan

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025 | 14:21 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Petugas dari Kepolisian melaksanakan patroli penertiban balap liar di wilayah Sragi, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (19/04/2025) dini hari. Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 01.00 wib tersebut merupakan respon dari Polres Pekalongan atas adanya aduan dari warga masyarakat yang mengeluhkan dan merasa terganggu dengan adanya aktivitas balap liar di wilayah Sragi. “Sebanyak 35 personil […]

  • Pemprov Jateng Catat Capaian Signifikan Sepanjang Tahun 2025

    Pemprov Jateng Catat Capaian Signifikan Sepanjang Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025 | 14:53 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Memasuki 2026, Gubernur menegaskan, prioritas pembangunan diarahkan untuk meneguhkan Jawa Tengah sebagai provinsi swasembada pangan. Infrastruktur yang dibangun sepanjang 2025, menurutnya, telah diarahkan untuk mendukung target tersebut melalui kerja berjenjang dan berkelanjutan hingga tingkat desa. “Setiap kebijakan harus berdampak langsung bagi masyarakat. Jabatan dan kebijakan tidak ada artinya jika tidak memberikan manfaat nyata,” tegasnya. Di […]

expand_less