Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pemalang Raya » Tawarkan Wanita Melalui Medsos, Seorang Mucikari di Kajen ditangkap Polres Pekalongan  

Tawarkan Wanita Melalui Medsos, Seorang Mucikari di Kajen ditangkap Polres Pekalongan  

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024 | 17:18 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – SN alias Pesek (19) warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan beberapa waktu yang lalu. Pasalnya SN diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan diketahuinya tersangka telah menjual tiga wanita kepada pria hidung belang melalui akun media sosial miliknya.

Kapolres Pekalongan, AKBP Doni Prakoso Widamanto dalam konferensi pers Senin (11/11/24) di Polres Pekalongan mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan berdasarkan pemetaan kejadian di beberapa kecamatan dan pantauan di sosial media.

“Hasil upaya kita melalui lidik, modus operandinya adalah memperdagangkan korban sebagai perempuan sewaan atau bahasanya open BO, melalui sosial media dari Facebook dan aplikasi lainnya,” jelas Kapolres

Diterangkan AKBP Doni kasus TPPO sendiri baru ditemukan di wilayah Kajen. Namun pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman apakah ada jaringan serupa atau hanya ada satu pelaku ini saja.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka, dirinya mematok tarif Rp. 600 ribu setiap transaksi. Dari uang itu, dirinya mendapatkan Rp. 200 ribu, sedangkan Rp. 400 ribu diberikan ke korbannya. Untuk tempat berkencan, SN telah menyediakan tempat kos yang ia sewa di wilayah Tanjungkulon, Kajen.

“Sejak Oktober ada tiga orang wanita. Dua lainnya di luar kota. Setiap itu (open BO) Rp 600 ribu, di kamar kos saya. Saya ambilnya Rp 200 ribu,” kata tersangka.

SN mengungkapkan, bahwa salah satu yang ia tawarkan masih berusia 18 tahun sedangkan dua lainnya berusia 22 tahun dan 20 tahun. Para korban ini dijajakan oleh SN melalui Facebook maupun aplikasi kencan. Namun, aksi terakhirnya diketahui oleh tim Sat Reskrim Polres Pekalongan, sehingga ia langsung diamankan.

Akibat perbuatannya tersebut, SN dijerat dengan pasal tentang Pemberantasan TPPO pasal 10 dan Pasal 12 UU No 21 tahun 2007 ancaman hukuman minimal 3 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pagelaran Wayang Bagian Dari Upaya Pelsetarian Budaya Lokal

    Pagelaran Wayang Bagian Dari Upaya Pelsetarian Budaya Lokal

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025 | 08:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Selain dapat memperkuat tali silaturahmi antarwarga, pagelaran wayang juga dapat membangkitkan kembali semangat untuk melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas dan kekayaan bangsa kita. Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pemalang Nurkholes saat menghadiri pagelaran wayang golek di Halaman Balai Desa Jatirejo Kecamatan Ampelgading, Sabtu (06/09/2025). Setelah proses serah terima wayang, Wabup berharap, […]

  • Bedah Rumah Nenek Jariyah Dari Caleg Nasdem

    Bedah Rumah Nenek Jariyah Dari Caleg Nasdem

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024 | 15:24 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar
  • Bahlil Golkar, Demokrasi dan Alien

    Bahlil Golkar, Demokrasi dan Alien

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025 | 06:44 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    *CATATAN AKHIR TAHUN: Prof. Didik J Rachbini, Ph.D. (Rektor Universitas Paramadina) JURNAL PEMALANG – Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia menilai bahwa pemilihan langsung sangat mahal dan kembali mengusulkan agar khusus pilkada dilaksanakan secara tidak langsung. Namun tidak berarti bahwa pemilihan tidak langsung lalu bebas dari masalah karena hanya elit yang terlibat di dalam pemilihan tidak […]

  • DKV Fakultas Ilmu Rekayasa, Universitas Paramadina Gelar Diskusi Desain

    DKV Fakultas Ilmu Rekayasa, Universitas Paramadina Gelar Diskusi Desain

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026 | 21:26 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Ilmu Rekayasa, Universitas Paramadina, secara resmi membuka Re: Rasa International Poster Biennale 2026 pada Jumat (31/7). Mengusung tema “Re: Think, Re: Make, Re: Act”, ajang internasional ini menjadi ruang kolaborasi lintas negara yang mempertemukan 88 desainer dari 25 negara untuk merespons berbagai isu sosial, lingkungan, […]

  • Fokus pada Potensi Lokal, Pemkab Pemalang Gelar Musrenbang RKPD 2027

    Fokus pada Potensi Lokal, Pemkab Pemalang Gelar Musrenbang RKPD 2027

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026 | 13:05 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Acara ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda, Tutuko Raharjo, yang mewakili Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (30/3/2026). Dalam arahannya, Tutuko Raharjo menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah […]

  • Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Racbini: Indonesia Kehilangan Sosok Ekonom Kritis, Kwik Kian Gie

    Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Racbini: Indonesia Kehilangan Sosok Ekonom Kritis, Kwik Kian Gie

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025 | 13:15 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Indonesia kehilangan seorang tokoh dan ekonom hebat. Kwik Kian Gie berpulang, meninggalkan warisan pemikiran dan keteladanan intelektual yang sangat berharga bagi bangsa ini. Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyampaikan refleksi mendalam atas kepergian tokoh yang dikenal luas karena sikap kritis, tajam, dan independennya terhadap kebijakan ekonomi nasional. “Kita kehilangan tokoh […]

expand_less