Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Tawarkan Wanita Melalui Medsos, Seorang Mucikari di Kajen ditangkap Polres Pekalongan  

Tawarkan Wanita Melalui Medsos, Seorang Mucikari di Kajen ditangkap Polres Pekalongan  

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024 | 17:18 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – SN alias Pesek (19) warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan beberapa waktu yang lalu. Pasalnya SN diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan diketahuinya tersangka telah menjual tiga wanita kepada pria hidung belang melalui akun media sosial miliknya.

Kapolres Pekalongan, AKBP Doni Prakoso Widamanto dalam konferensi pers Senin (11/11/24) di Polres Pekalongan mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan berdasarkan pemetaan kejadian di beberapa kecamatan dan pantauan di sosial media.

“Hasil upaya kita melalui lidik, modus operandinya adalah memperdagangkan korban sebagai perempuan sewaan atau bahasanya open BO, melalui sosial media dari Facebook dan aplikasi lainnya,” jelas Kapolres

Diterangkan AKBP Doni kasus TPPO sendiri baru ditemukan di wilayah Kajen. Namun pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman apakah ada jaringan serupa atau hanya ada satu pelaku ini saja.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka, dirinya mematok tarif Rp. 600 ribu setiap transaksi. Dari uang itu, dirinya mendapatkan Rp. 200 ribu, sedangkan Rp. 400 ribu diberikan ke korbannya. Untuk tempat berkencan, SN telah menyediakan tempat kos yang ia sewa di wilayah Tanjungkulon, Kajen.

“Sejak Oktober ada tiga orang wanita. Dua lainnya di luar kota. Setiap itu (open BO) Rp 600 ribu, di kamar kos saya. Saya ambilnya Rp 200 ribu,” kata tersangka.

SN mengungkapkan, bahwa salah satu yang ia tawarkan masih berusia 18 tahun sedangkan dua lainnya berusia 22 tahun dan 20 tahun. Para korban ini dijajakan oleh SN melalui Facebook maupun aplikasi kencan. Namun, aksi terakhirnya diketahui oleh tim Sat Reskrim Polres Pekalongan, sehingga ia langsung diamankan.

Akibat perbuatannya tersebut, SN dijerat dengan pasal tentang Pemberantasan TPPO pasal 10 dan Pasal 12 UU No 21 tahun 2007 ancaman hukuman minimal 3 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan Ramadan MTs Muhammadiyah Purwokerto Latih Kepemimpinan dan Jiwa Sosial Siswa

    Kegiatan Ramadan MTs Muhammadiyah Purwokerto Latih Kepemimpinan dan Jiwa Sosial Siswa

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026 | 14:52 WIB
    • account_circle Aziz Tarqum
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – MTs Muhammadiyah Purwokerto mengakhiri rangkaian kegiatan Semarak Bulan Suci Ramadan dengan menggelar pentasyarufan zakat fitrah pada Sabtu, 16 Maret 2026.Even ini menjadi puncak dari berbagai agenda keagamaan yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan. Penyaluran zakat fitrah diberikan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah, Panti Asuhan Gelora Indah, warga masyarakat Kelurahan Purwokerto Lor, serta kepada […]

  • Pererat Kebersamaan, Kodim 0711/Pemalang Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bareng Warga

    Pererat Kebersamaan, Kodim 0711/Pemalang Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bareng Warga

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026 | 14:12 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kodim 0711 Pemalang, Korem 071 Wijayakusuma menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang penuh keakraban pada Sabtu (04/07/2026). Acara yang menyiarkan laga antara Argentina melawan Tanjung Verde ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Makoramil 08/Randudongkal dan Pendopo Kecamatan Ampelgading sejak pukul 05.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang […]

  • Warga Banjiri Lapangan Pulosari, Saksikan Puncak Festival Wong Gunung

    Warga Banjiri Lapangan Pulosari, Saksikan Puncak Festival Wong Gunung

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025 | 16:45 WIB
    • account_circle
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Ribuan warga dari berbagai wilayah sabtu kemarin tumpah memadati lapangan desa Pulosari untuk menyaksikan prosesi kirab ageng banyu panguripan yang merupakan puncak dari acara Festival Wong Gunung satu dekade yang digelar selama tiga hari berturut-turut. Prosesi kirab ageng banyu panguripan di awali dengan kirab budaya yang dilakukan dengan berjalan kaki dari kantor […]

  • Prabowo di Perayaan Natal Nasional 2024: Bangsa Indonesia Berbeda Tapi Satu Jiwa

    Prabowo di Perayaan Natal Nasional 2024: Bangsa Indonesia Berbeda Tapi Satu Jiwa

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024 | 15:35 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sebuah makna Natal di Indonesia, di mana masyarakatnya berbeda tetapi memiliki satu jiwa yang saling menjaga dan menghormati untuk hidup rukun berdampingan. Hal itu Prabowo sampaikan di acara Perayaan Natal Nasional 2024 yang dihadiri belasan ribu jemaat di Indonesia Arena, GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (28/12). “Kita merayakan […]

  • Peringatan HUT ke-32, Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Adakan Berbagai Kegiatan Sosial

    Peringatan HUT ke-32, Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Adakan Berbagai Kegiatan Sosial

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025 | 06:37 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32, Perumda Air Minum Tirta Mulia atau PDAM Kabupaten Pemalang menggelar berbagai kegiatan sosial, Senin (10/1/2025). Diketahui, Hari Ulang Tahun PDAM setiap tahunnya diperingati pada tanggal 10 Februari. Adapun perayaan tahun ini PDAM akan menggelar kegiatan sosial kemanusiaan hingga pelestarian lingkungan. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta […]

  • politisi pkb

    Politisi PKB: Jangankan 1 Bulan, 3 Bulan Gaji Saja Saya Siap untuk Rohingya

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2017 | 11:31 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Oleh Soleh menyatakan, pihaknya siap berjihad ke Myanmar untuk membela Rohingya jika hal itu bisa dilakukan. Hal itu untuk menepis anggapan bahwa warga Nahdlatul Ulama dan juga kader PKB kurang keras terkait krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. “Ada pihak lain yang menganggap bahwa NU kurang keras, […]

expand_less