Rabu, 4 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

  • account_circle Adm min
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Teguh Eko Prasetyo*

Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD dengan alasan efisiensi anggaran sejatinya bukan upaya menghemat demokrasi, melainkan menyederhanakannya dengan cara paling berbahaya: mengeluarkan rakyat dari proses pengambilan keputusan. Di balik bahasa teknokratis tentang biaya, tersembunyi pilihan politik mendasar tentang apakah negara masih menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Hak memilih pemimpin bukanlah fasilitas tambahan yang bisa dicabut demi penghematan. Ia adalah hak konstitusional warga negara. Mengorbankannya atas nama efisiensi berarti mempreteli demokrasi secara sistematis, bukan memperbaikinya.

Tingginya biaya politik tidak bersumber dari partisipasi rakyat, melainkan dari praktik politik yang tidak sehat: politik uang, mahar pencalonan, kampanye mahal, dan transaksi kekuasaan pascapemilu. Ironisnya, alih-alih membenahi problem ini, elite politik justru memilih jalan pintas dengan mengurangi peran rakyat.

Jika biaya benar-benar menjadi persoalan, solusi semestinya diarahkan pada perbaikan tata kelola pendanaan politik, transparansi kampanye, penegakan hukum pemilu, serta pendidikan politik bagi elite dan partai. Namun langkah-langkah ini menuntut komitmen dan perubahan perilaku, sesuatu yang jauh lebih sulit dibanding memindahkan pemilihan ke ruang tertutup DPRD.

Klaim bahwa pemilihan melalui DPRD lebih murah dan stabil juga patut dipertanyakan. Biaya politik tidak hilang, melainkan berpindah dari ruang publik yang bisa diawasi ke ruang lobi elite yang sulit dilacak. Uang tetap bekerja, tetapi tanpa kontrol rakyat.

Dalam mekanisme ini, kepala daerah lebih bergantung pada konfigurasi kekuatan partai di parlemen daripada mandat rakyat. Akuntabilitas pun bergeser dari publik ke elite politik, membuka ruang kompromi kekuasaan yang mengabaikan kepentingan warga.

Menyebut proses tersebut sebagai “pemilihan umum” menjadi problematis ketika rakyat sama sekali tidak dilibatkan. Demokrasi tanpa partisipasi publik hanya menyisakan prosedur hukum tanpa roh dan makna.

  • Penulis: Adm min

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciptakan Rasa Nyaman Masyarakat, Polres Pekalongan Lakukan Patroli Kamtibmas

    Ciptakan Rasa Nyaman Masyarakat, Polres Pekalongan Lakukan Patroli Kamtibmas

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kehadiran anggota Polres Pekalongan beserta jajarannya di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk pelayanan untuk memberikan rasa aman bagi warganya. Disamping itu, untuk mencegah gangguan kamtibmas serta mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. “Polres Pekalongan hadir untuk menjaga kamtibmas tetap kondusif, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga masyarakat,” terang Kasubsi Penmas Iptu Suwarti, Sabtu (12/04/2025). […]

  • Dorong Pemilih Pemula Berpartisipasi di Pilkada 2024, KPU Batang Pendekatan ke Sekolah

    Dorong Pemilih Pemula Berpartisipasi di Pilkada 2024, KPU Batang Pendekatan ke Sekolah

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – 40 hari menjelang Pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang mendorong pemilih pemula untuk berpartisipasi menjadi penyelenggara Pilkada 2024. Hal ini disampaikan ketua KPU Batang usai Sosialisasi Kampanye dan Netralitas ASN disalah satu hotel di Kabupaten Batang, Kamis (17/10/2024). “Kami dorong semua Stakeholder yang ada, baik organisasi masyarakat, mahasiswa, dan pelajar. […]

  • Polres Pekalongan Gelar Operasi Patuh Candi 2024, Ini Sasarannya

    Polres Pekalongan Gelar Operasi Patuh Candi 2024, Ini Sasarannya

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Polres Pekalongan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2024 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi di halaman Polres Pekalongan, Senin (15/7/2024). Ops Patuh Candi 2024 akan berlangsung selama 14 hari di seluruh jajaran Polda Jawa Tengah, mulai 15 Juli 2024 hingga 28 Juni 2024. Terkait Ops Patuh Candi […]

  • Setelah 5 Tahun, Penerbangan Solo-Bandung dan Solo-Surabaya Kembali Mengudara

    Setelah 5 Tahun, Penerbangan Solo-Bandung dan Solo-Surabaya Kembali Mengudara

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Setelah lima tahun terhenti, penerbangan rute Solo–Bandung dan Solo–Surabaya dari Bandara Adi Soemarmo kembali beroperasi. Maskapai Wings Air resmi mengoperasikan kembali rute tersebut pada Sabtu, 20 Desember 2025, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Tengah, khususnya wilayah Soloraya. Peresmian penerbangan reoperated ini dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, GM […]

  • Pengurus PWI Pemalang Periode 2023-2026 Resmi Dilantik, Berikut Susunan Lengkapnya

    Pengurus PWI Pemalang Periode 2023-2026 Resmi Dilantik, Berikut Susunan Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Sekertaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana, mewakili Ketua Amir Machmud NS melantik pengurus PWI Pemalang Periode 2023-2026, Senin, (2/9/2024). Dalam sambutan, Sekretaris PWI Jateng mengharapkan kepengurusan PWI Pemalang yang baru ini dapat menjalankan program kerja yang telah ditetapkan. “Kami berharap pengurus PWI Pemalang masa bakti 2023-2026 ini dapat […]

  • Speling Jadi Andalan Layanan Kesehatan Gratis, Hampir 900 Desa di Jateng Sudah Terjangkau

    Speling Jadi Andalan Layanan Kesehatan Gratis, Hampir 900 Desa di Jateng Sudah Terjangkau

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Program dokter spesialis keliling (Speling) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kian menegaskan posisinya sebagai andalan layanan kesehatan gratis berbasis desa. Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Speling tercatat telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan se-Jawa Tengah, dengan total 88.979 warga telah mendapatkan layanan kesehatan […]

expand_less