Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kolom » Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

  • account_circle Adm min
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026 | 07:54 WIB
  • print Cetak

Oleh: Teguh Eko Prasetyo*

Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD dengan alasan efisiensi anggaran sejatinya bukan upaya menghemat demokrasi, melainkan menyederhanakannya dengan cara paling berbahaya: mengeluarkan rakyat dari proses pengambilan keputusan. Di balik bahasa teknokratis tentang biaya, tersembunyi pilihan politik mendasar tentang apakah negara masih menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Hak memilih pemimpin bukanlah fasilitas tambahan yang bisa dicabut demi penghematan. Ia adalah hak konstitusional warga negara. Mengorbankannya atas nama efisiensi berarti mempreteli demokrasi secara sistematis, bukan memperbaikinya.

Tingginya biaya politik tidak bersumber dari partisipasi rakyat, melainkan dari praktik politik yang tidak sehat: politik uang, mahar pencalonan, kampanye mahal, dan transaksi kekuasaan pascapemilu. Ironisnya, alih-alih membenahi problem ini, elite politik justru memilih jalan pintas dengan mengurangi peran rakyat.

Jika biaya benar-benar menjadi persoalan, solusi semestinya diarahkan pada perbaikan tata kelola pendanaan politik, transparansi kampanye, penegakan hukum pemilu, serta pendidikan politik bagi elite dan partai. Namun langkah-langkah ini menuntut komitmen dan perubahan perilaku, sesuatu yang jauh lebih sulit dibanding memindahkan pemilihan ke ruang tertutup DPRD.

Klaim bahwa pemilihan melalui DPRD lebih murah dan stabil juga patut dipertanyakan. Biaya politik tidak hilang, melainkan berpindah dari ruang publik yang bisa diawasi ke ruang lobi elite yang sulit dilacak. Uang tetap bekerja, tetapi tanpa kontrol rakyat.

Dalam mekanisme ini, kepala daerah lebih bergantung pada konfigurasi kekuatan partai di parlemen daripada mandat rakyat. Akuntabilitas pun bergeser dari publik ke elite politik, membuka ruang kompromi kekuasaan yang mengabaikan kepentingan warga.

Menyebut proses tersebut sebagai “pemilihan umum” menjadi problematis ketika rakyat sama sekali tidak dilibatkan. Demokrasi tanpa partisipasi publik hanya menyisakan prosedur hukum tanpa roh dan makna.

  • Penulis: Adm min

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nekat Bacok Warga di Jalan, Pelaku Diamankan Polisi

    Nekat Bacok Warga di Jalan, Pelaku Diamankan Polisi

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024 | 22:20 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – AM (36) warga Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan nekat membacok warga yang melintas di jalan Klegok Desa Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (9/9/2024). Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso Widamanto melalui Kasubsi Penmas Iptu Suwarti mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/8/24) dini hari sekitar pukul 01.00 wib. Korban AB (46) […]

  • Keluarga Alumni SMAN 1 Pemalang Berikan Santunan Sandang Kepada Lansia

    Keluarga Alumni SMAN 1 Pemalang Berikan Santunan Sandang Kepada Lansia

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024 | 22:23 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Sebanyak 105 lanjut usia (lansia) di Panti Pelayanan Sosial Lansia Dristarastra menerima tali asih berupa santunan sandang. Santunan yang digagas oleh Keluarga Alumni SMAN 1 Pemalang itu diserahkan langsung oleh Bupati Pemalang Mansur Hidayat di Panti Lansia Dristarastra Bojongbata, Sabtu (30/3/2024). Bupati Mansur menyampaikan, selain kegiatan santunan yang dilakukan, kegiatan ini untuk mempererat […]

  • Njagong Bareng Warga di Pos Kamling, Ahmad Luthfi Aktifkan Siskamling dan Jogo Tonggo

    Njagong Bareng Warga di Pos Kamling, Ahmad Luthfi Aktifkan Siskamling dan Jogo Tonggo

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025 | 10:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung jagongan bareng warga di benerapa pos kamling di Kota Semarang, Kamis malam, 11 September 2025. Gubernur ingin melihat keaktifan dan efektivitas sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang ada di masyarakat. Ada tiga pos kamling yang ditinjau Ahmad Luthfi malam itu. Di antaranya Pos Kamling RT 01 […]

  • Cahaya Islam di Jerman: Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa

    Cahaya Islam di Jerman: Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026 | 06:19 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – The Lead Institute Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk “ISLAM DI JERMAN: Menjadi Muslim, Perempuan, dan Minoritas” pada Minggu malam (22/2). Acara ini merupakan tajaan The Lead Institute Universitas Paramadina dengan Maha Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan 2026 bertema besar “Cahaya Islam Lintas Benua”. Webinar diawali […]

  • Purnel FC Suradadi Raih Juara Pertama Pada Open Sugih Waras 2025

    Purnel FC Suradadi Raih Juara Pertama Pada Open Sugih Waras 2025

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025 | 09:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Tim Sepakbola Purnel FC Suradadi menjadi juara 1 setelah berhasil mengalahkan Tim Sepakbola Putra Samudra FC Slawi dengan skor 1-0 dalam Pertandingan Final Turnamen NCM Open Sugihwaras 2025 di Lapangan Dewa Ruci Tanjungsari, Minggu (7/12/2025). Pertandingan final tersebut dihadiri dan disaksikan oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro beserta Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang […]

  • Sandiaga Uno: Indonesia Butuh Wirausaha dengan Pola Pikir Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif

    Sandiaga Uno: Indonesia Butuh Wirausaha dengan Pola Pikir Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025 | 17:15 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Universitas Paramadina mengadakan forum Meet The Leaders dengan pembicara tunggal Sandiaga Salahuddin Uno, Enterpreneur, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Periode 2020 – 2024. Diskusi dibuka oleh Hendro Martowardojo selaku Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina, dipandu oleh host program oleh Wijayanto Samirin, bertempat di Auditorium Benny Subianto, Trinity Tower Lt. 45, Kampus Kuningan, […]

expand_less