Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Pemalang: Meneguhkan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian
- account_circle Fahroji
- calendar_month 31 menit yang lalu
- print Cetak

Bupati Anom Widiyantoro bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.(Foto: dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menyelenggarakan upacara dengan khidmat dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang pada Senin (1/6/2026), dengan Bupati Anom Widiyantoro bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Bupati Anom membacakan sambutan tertulis dari Presiden Prabowo Subianto. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa peringatan tanggal 1 Juni bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi ajang refleksi mendalam untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan dan menjadi kompas utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Presiden juga menekankan urgensi tema tahun ini, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan peran krusial Pancasila yang tidak hanya berfungsi sebagai pengikat persatuan internal bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dan inspirasi bagi terciptanya stabilitas serta perdamaian di kancah global.
Di tengah berbagai tantangan global, Pancasila dinilai telah membuktikan ketangguhannya sebagai bintang penuntun dan jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai dinamika, mulai dari perkembangan teknologi hingga situasi geopolitik dunia.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif serta berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepada para menteri dan kepala daerah, Presiden berpesan agar setiap kebijakan publik yang diambil senantiasa berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh lapisan rakyat.
Selain itu, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa dengan terus melawan berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu harmonisasi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, Indonesia harus terus menunjukkan kepada dunia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, kemanusiaan, dan persatuan.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” demikian kutipan akhir sambutan Presiden yang dibacakan Bupati Anom.
- Penulis: Fahroji

