Anies Baswedan: Generasi Emas Harus Kuasai AI tanpa Kehilangan Integritas dan Daya Kritis
- account_circle Fahroji
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Tokoh pendidikan dan akademisi, Anies Baswedan. (Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Anies juga mengingatkan pentingnya karakter pembelajar melalui konsep to learn dan to unlearn. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya belajar hal baru, tetapi juga harus siap meninggalkan cara lama yang sudah tidak relevan.
“Yang berat itu bukan belajar hal baru, tapi meninggalkan yang lama,” ujarnya.
Dalam dialog interaktif, Anies menjawab pertanyaan siswa mengenai pentingnya critical thinking di tengah budaya yang sering menganggap pertanyaan sebagai sikap “bawel”.
Ia menilai keberanian bertanya merupakan ciri utama anak muda.
“Kalau anak muda udah gak berani bertanya, dia udah kehilangan kemudaannya,” kata Anies.
Ia mendorong pelajar untuk terus melihat persoalan dari sudut pandang baru agar mampu melahirkan inovasi. Menurutnya, inovasi lahir dari solusi baru atas persoalan lama.
“Inovasi itu solusi baru atas persoalan lama,” ujarnya.
Kepada para guru, Anies menekankan bahwa kehadiran AI justru membuat peran pendidikan karakter semakin penting. Menurutnya, teknologi tidak dapat menggantikan guru yang menghadirkan nilai, etika, dan inspirasi.
- Penulis: Fahroji


