Anies Baswedan: Generasi Emas Harus Kuasai AI tanpa Kehilangan Integritas dan Daya Kritis
- account_circle Fahroji
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Tokoh pendidikan dan akademisi, Anies Baswedan. (Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Saya akan selalu sampaikan buat adik-adik yang nanti kuliah, carilah tempat dimana Anda bisa mengembangkan dua track bersamaan. Satu track kompetensi akademik, track kompetensi bidang Anda. Yang kedua track pengembangan kepemimpinan dan kewirausahaan,” katanya.
Menurut Anies, kewirausahaan tidak semata dimaknai sebagai kemampuan bisnis, melainkan entrepreneurial skill yang membuat seseorang mampu beradaptasi dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa memanfaatkan AI sebagai asisten, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.
“Artificial intelligence itu bisa membuat kecerdasan anda berlipat kali karena punya asisten. Tapi itu asisten, jangan jadi substitute, jadi pendamping,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anies menjelaskan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kepercayaan. Ia memperkenalkan konsep sederhana mengenai unsur pembentuk kepercayaan, yakni kompetensi, integritas, dan kedekatan, serta mengurangi kepentingan pribadi.
“Trust itu sama dengan competence plus integrity plus intimacy dikurangi self-interest,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa integritas bukan sekadar kejujuran, melainkan kejujuran yang berjalan seiring nilai kebenaran dan kepentingan publik.
“Kalau jujur aja, kepala preman di terminal itu jujur. Tapi dia bertentangan dengan nilai kebaikan dan kepentingan publik,” katanya.
- Penulis: Fahroji


