Sabtu, 11 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lintas Daerah » Bendungan Jlantah Diresmikan, Petani Bisa Panen Padi Tiga Kali Setahun

Bendungan Jlantah Diresmikan, Petani Bisa Panen Padi Tiga Kali Setahun

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 15:41 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya,” katanya.

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Jlantah juga akan menyediakan air baku bagi masyarakat dengan kapasitas sekitar 125 liter per detik. Menurut Sumarno, ketersediaan air tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih.

Tidak hanya itu, bendungan tersebut juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga sektor energi.

Meskipun telah diresmikan, Sumarno menyebut masih terdapat pekerjaan lanjutan yang perlu segera diselesaikan, yakni pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk mengusulkan pembangunan jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres).

“Nanti kami bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan mengusulkan pembangunan jaringan irigasi tersier melalui Inpres. Sementara Kementerian PU akan menangani pembangunan jaringan irigasi primer dan sekunder sehingga distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

Sumarno menilai pengelolaan sumber daya air ke depan perlu dilakukan secara terpadu. Menurutnya, keberadaan bendungan utama perlu didukung pembangunan bendung-bendung kecil di sepanjang aliran sungai agar air tidak langsung mengalir ke laut dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Kalau kita ingin memanfaatkan air seoptimal mungkin, sebaiknya tidak hanya ada bendung besar seperti ini, tetapi juga bendung-bendung kecil di bagian hilir. Dengan begitu air bisa ditampung lebih lama, dimanfaatkan masyarakat, serta mendukung pertanian dan kebutuhan air di berbagai wilayah,” pungkasnya.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less