Minggu, 24 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Ekonom Indonesia Mempertanyakan Kredibilitas Angka Pertumbuhan 5,61%: Tumbuh Tapi Rapuh

Ekonom Indonesia Mempertanyakan Kredibilitas Angka Pertumbuhan 5,61%: Tumbuh Tapi Rapuh

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Front-loading belanja di Q1-2026 memberi ilusi kesehatan fiskal. Hal yang perlu diwaspadai adalah tekanan pada Q2 hingga Q4 di tahun 2026, yakni ruang gerak kebijakan fiskal yang menyempit, penurunan transfer ke daerah, dan alokasi program populis yang tidak berbasis produktivitas adalah kombinasi yang berbahaya bagi kesinambungan fiskal kita.”, ungkapnya.

Dwiwulan – Peneliti Departemen Ekonomi CSIS menyoroti pelemahan Rupiah sebagai sinyal yang lebih dalam dari sekadar volatilitas nilai tukar.

“Pelemahan Rupiah bukan sekadar isu teknikal, ia adalah cermin dari struktur pendanaan yang terlalu bergantung terhadap portfolio luar negeri dan arus modal yang tidak percaya pada arah kebijakan,” ujarnya.

“Kebijakan Bank Indonesia, termasuk kebijakan burden sharing yang menggerus kepercayaan investor, hanya berperan sebagai paracetamol dalam meredakan pelemahan nilai tukar. Pemulihan total bergantung pada kebijakan pemerintah yang realistis, disiplin, dan transparan,” imbuhnya.

Segmen kedua merupakan Diskusi Panel Perdagangan dan Hubungan Internasional. Pada sesi ini, Rimawan Pradiptyo, Ph.D. – Ekonom Universitas Gadjah Mada menekankan perlunya Indonesia mengevaluasi kembali posisinya dalam kerangka ART.

“Analisis terhadap ART menunjukkan: a) perjanjian ini menciptakan beban ekonomi asimetris terhadap Indonesia, b) subordinasi kebijakan Indonesia terhadap kebijakan AS, c) menggerus kedaulatan Indonesia. Biaya menolak ART lebih murah daripada menerima ART. Renegosiasi ART sangat dimungkinkan mengingat sebagian isi ART dinyatakan batal demi hukum oleh Mahkamah Agung AS,” ungkapnya.

M. Dian Revindo, Ph.D. – Peneliti LPEM FEB UI menegaskan dalam diskusi bahwa kebijakan yang diambil perlu menyasar akar masalah dan menunjang iklim usaha.

“Sebaiknya kebijakan berfokus pada solusi/intervensi yang paling tidak mahal, tidak sulit dan tidak mengganggu iklim usaha. Intervensi yang mahal dan dalam seperti pembentukan lembaga baru/badan baru berpotensi menghadapi masalah yang sama, yaitu birokrasi, rente, vested interest, rentang wewenang, dan sebagainya,” ungkapnya.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Tiongkok Pulih, Pemprov Jateng Melirik Peningkatan Kerja Sama dengan Tiongkok

    Ekonomi Tiongkok Pulih, Pemprov Jateng Melirik Peningkatan Kerja Sama dengan Tiongkok

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Sementara, Konsul Jenderal RRT Xu Yong menyambut baik potensi peningkatan kerja sama yang dilakukan. Menurut dia, kerja sama antara Jateng dan Tiongkok, khususnya Fujian yang membawa kerja sama bagi kedua belah pihak. “Dari kedua pihak ada komentar tinggi untuk kerja sama antara Jateng dan Fujian dan bidang lain. Dan kedua pihak menyepakati kerja sama kedua […]

  • TNI dan Warga Desa Sikasur Gotong Royong Bangun Pondasi Jembatan Garuda

    TNI dan Warga Desa Sikasur Gotong Royong Bangun Pondasi Jembatan Garuda

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Kami sangat senang bisa ikut bergotong royong bersama TNI. Jembatan ini sangat kami butuhkan karena akan memudahkan kami ke ladang, ke sekolah, dan ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya. Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan Jembatan gantung Garuda di Desa Sikasur diharapkan dapat segera selesai dan memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat. Kebersamaan antara TNI […]

  • Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Berharap Para Ibu Jadi Pribadi Yang Kuat

    Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Berharap Para Ibu Jadi Pribadi Yang Kuat

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Ketua TP. PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie mengharapkan para Ibu di Kabupaten Pemalang menjadi pribadi yang kuat.Ia mengungkapkan itu usai memimpin Upacara Peringatan Hari Ibu ke 97 Tahun 2025 di Halaman Pendopo Kabupaten, Senin (22/12/2025). “Mudah-mudahan semua Ibu di Kabupaten Pemalang menjadi pribadi yang kuat untuk anak-anaknya,” harapnya. Lebih lanjut Maenofie […]

  • Bupati Anom Sampaikan Ungkapan Terima Kasih Pada Mantan Kajari Pemalang

    Bupati Anom Sampaikan Ungkapan Terima Kasih Pada Mantan Kajari Pemalang

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Rina berharap, sinergitas dan kolaborasi yang telah dijalankan oleh Kajari Pemalang sebelumnya bisa dilanjutkan “Saya berharap kedepannya bisa bersinergi dan bekerja ke arah yang lebih baik,” harapnya.*

  • TP PKK Pemalang Selenggarakan Lomba B2SA

    TP PKK Pemalang Selenggarakan Lomba B2SA

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang menyelenggarakan lomba menu makanan mengandung B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), serta lomba carving, yaitu seni mengukir buah dan sayur. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 ini diadakan di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (20/04/2026). Di sela kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah […]

  • Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

    Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adm min
    • 0Komentar

    Efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menggerus hak rakyat. Jika logika ini diterima, maka seluruh hak konstitusional berpotensi dinegosiasikan ketika dianggap mahal atau merepotkan, sebuah preseden berbahaya bagi masa depan demokrasi. Demokrasi memang tidak selalu rapi, murah, dan nyaman. Ia gaduh dan melelahkan, namun kegaduhan itu adalah tanda bahwa rakyat masih memiliki ruang menentukan […]

expand_less