Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia juga mendorong penggunaan mekanisme lintas lembaga, termasuk KPK dan pusat penanganan tindak pidana korupsi di kepolisian.

Mahfud mengapresiasi komitmen verbal Presiden Prabowo terhadap pemberantasan korupsi. Namun ia menekankan bahwa retorika tidak cukup tanpa tindakan konkret terhadap praktik korupsi yang melibatkan oligarki.

“Pidato Presiden soal anti korupsi patut dihargai. Tapi jika berhadapan dengan oligarki, komitmen itu seringkali mandek. Kasus Pertamina adalah contohnya. Korupsi senilai hampir Rp 930 triliun tidak bergerak karena mafia minyak besar ada di belakangnya, ” pungkas Mahfud.

Direktur Tempo Media Group, Budi Setyarso, menegaskan bahwa tantangan terhadap kebebasan pers saat ini tidak hanya dapat dilihat dalam enam bulan masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, melainkan merupakan fenomena yang telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, semua penguasa pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk tidak menghendaki pers yang benar-benar bebas karena merasa tidak nyaman ketika media menyuarakan realitas di lapangan secara jujur.

Ia mengingatkan publik pada peristiwa Malari tahun 1974 di masa Presiden Soeharto, di mana 12 media dibredel karena memberitakan kerusuhan yang dianggap mengganggu stabilitas nasional. Bahkan situasi serupa terasa kembali terjadi saat ini.

“Kebebasan pers tidak hanya diperjuangkan oleh insan pers, tapi juga oleh masyarakat sipil. Itu yang terjadi pada tahun 1998. Tanpa pers yang bebas, tidak akan ada pemerintahan yang baik (good governance),” ujarnya.

Budi juga menyinggung bagaimana Tempo dan media lainnya pernah ditutup pada tahun 1994 karena pemberitaan yang dianggap mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah. Namun berkat tekanan dari mahasiswa dan masyarakat sipil,

Tempo akhirnya kembali terbit pada 1998. Dalam refleksinya terhadap pemerintahan saat ini, Budi menilai bahwa kebutuhan akan pers yang bebas semakin mendesak, mengingat pemerintahan yang terbentuk saat ini berangkat dari proses politik yang menyakiti konstitusi, sehingga peran media sebagai pengawas kekuasaan menjadi sangat penting.

Ia juga mengungkapkan bahwa ruang-ruang publik untuk menyuarakan pandangan berbeda dalam pembentukan kebijakan semakin menyempit.

Hal itu, menurutnya, terlihat dari merapatnya PDIP ke lingkaran kekuasaan dan penggunaan platform oleh negara untuk membungkam kritik, salah satunya dengan mendegradasi suara-suara oposisi, sebagaimana yang terjadi saat isu Taliban KPK mencuat pada 2019.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

    Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adm min
    • 0Komentar

    Efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menggerus hak rakyat. Jika logika ini diterima, maka seluruh hak konstitusional berpotensi dinegosiasikan ketika dianggap mahal atau merepotkan, sebuah preseden berbahaya bagi masa depan demokrasi. Demokrasi memang tidak selalu rapi, murah, dan nyaman. Ia gaduh dan melelahkan, namun kegaduhan itu adalah tanda bahwa rakyat masih memiliki ruang menentukan […]

  • Tim Gabungan Temukan Satu Lagi Korban Longsor Petungkriyono di Hari Keempat

    Tim Gabungan Temukan Satu Lagi Korban Longsor Petungkriyono di Hari Keempat

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Upaya pencarian korban longsor di wilayah Petungkriyono terus berlanjut hingga hari ke-4, Jumat (24/01/2025). Tim gabungan memperluas area pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang masih hilang. Kapolres Pekalongan, AKBP Doni Prakoso Widamanto, S.I.K., melalui Kasubsi Penmas Sihumas, Iptu Suwarti, S.H., menyampaikan bahwa pencarian kini dilakukan di beberapa titik tambahan. “Hari ke-4 […]

  • Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

    Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pada 2025, sebanyak 6.000 warga Surakarta mengikuti skrining kesehatan mental. Dari jumlah itu, sembilan persen dirujuk ke Puskesmas, untuk mendapatkan penanganan psikis lebih lanjut. “Yang belum tersentuh adalah mungkin remaja, pelajar, siswa. Harapannya ke depan nanti kita juga akan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bullying,” ungkap Venessa.*

  • Peringatan HUT ke-32, Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Adakan Berbagai Kegiatan Sosial

    Peringatan HUT ke-32, Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Adakan Berbagai Kegiatan Sosial

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32, Perumda Air Minum Tirta Mulia atau PDAM Kabupaten Pemalang menggelar berbagai kegiatan sosial, Senin (10/1/2025). Diketahui, Hari Ulang Tahun PDAM setiap tahunnya diperingati pada tanggal 10 Februari. Adapun perayaan tahun ini PDAM akan menggelar kegiatan sosial kemanusiaan hingga pelestarian lingkungan. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta […]

  • Polisi Tangkap Ayah di Comal-Pemalang yang Tega Hamili Anak Kandung Hingga Melahirkan

    Polisi Tangkap Ayah di Comal-Pemalang yang Tega Hamili Anak Kandung Hingga Melahirkan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Rizqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    Kini pelaku ditahan di Polres Pemalang. Ia dijerat pasal 81 ayat 1 dan 3 serta pasal 82 ayat 1 dan 3 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. “Diancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak, ancaman (hukuman) 15 tahun (penjara),” pungkasnya.*

  • Tahun 2025 Industri Tekstil Harus Bangkit, Rizal Bawazier : Pengusaha Tetap Semangat Pemerintah akan Cari Solusinya

    Tahun 2025 Industri Tekstil Harus Bangkit, Rizal Bawazier : Pengusaha Tetap Semangat Pemerintah akan Cari Solusinya

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah X, meminta Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) berupa kain sarung, kain batik, tekstil tenun harus bangkit lagi di tahun 2025. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Rizal Bawazier kepada wartawan, Selasa (14/1/2024). “Banyak keluhan dari para pengusaha industri tekstil […]

expand_less