Minggu, 19 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Batik Bebas SMP Muhapuja: Jalan Sunyi Dakwah Kultural di Dunia Pendidikan

Batik Bebas SMP Muhapuja: Jalan Sunyi Dakwah Kultural di Dunia Pendidikan

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Pendidikan bagi Muhammadiyah bukan sekadar proses pengajaran, melainkan jalan pencerahan. Spirit itulah yang terus dihidupkan secara konsisten di SMP Muhammadiyah Purwojati melalui kebijakan pemakaian batik bebas dan sepatu bebas setiap hari Rabu bagi seluruh peserta didik. Sebuah kebijakan sederhana, namun sarat makna ideologis dan kultural.

Kebijakan tersebut bukan sekadar variasi seragam, tetapi ikhtiar dakwah kultural yang berakar kuat pada gagasan KH. Ahmad Dahlan tentang pendidikan yang membebaskan dan memuliakan manusia.

Sekolah tidak hanya mentransfer ilmu, melainkan membangun kesadaran, kepekaan sosial, serta menumbuhkan kecintaan pada nilai-nilai kebajikan yang hidup di tengah masyarakat.

Sejak awal, pendidikan Muhammadiyah tidak diarahkan untuk mencetak kepatuhan administratif belaka. KH. Ahmad Dahlan merintis sekolah sebagai ruang pembebasan dari kebodohan dan ketakutan untuk berpikir, sekaligus menjembatani iman dengan realitas kehidupan. Karena itu, setiap kebijakan sekolah sejatinya adalah pernyataan ideologis, bukan semata keputusan teknis.

Di SMP Muhammadiyah Purwojati, kebijakan batik bebas menjadi simbol dakwah kultural. Islam Berkemajuan tidak menafikan budaya, melainkan menyaring, memuliakan, dan mengarahkannya. Agama harus hadir dalam kehidupan nyata, menyapa keseharian, dan memberi makna pada realitas sosial, dan menguatkan identitas kebangsaan.

Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati, Nur Khasbi, S.H.I., M.M., menegaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter yang menyenangkan dan menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.

“Batik bebas kami maknai sebagai upaya menumbuhkan kesadaran bahwa Islam tidak bertentangan dengan budaya, sekaligus membangun karakter dan kepercayaan diri peserta didik,” ujar Sekretaris PCM Baturraden tersebut.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Hari Jadi Kabupaten Cilacap ke-168, Pemkab Cilacap Gelar khitanan massal

    Sambut Hari Jadi Kabupaten Cilacap ke-168, Pemkab Cilacap Gelar khitanan massal

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Menyambut Hari Jadi Kabupaten Cilacap yang ke-168 tahun 2024, Pemkab Cilacap menggelar khitanan massal, santunan, dan kegiatan donor darah di Distrik Majenang, Rabu (28/2/2024). Kegiatan khitanan massal, santunan, dan donor darah ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-168 Kabupaten Cilacap yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2024. Selain kegiatan ini, Pemkab Cilacap […]

  • Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Resmi Buka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026

    Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Resmi Buka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa  Tengah resmi mengumumkan dibukanya Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Ada lima jenis beasiswa yang dibuka khusus untuk para santri yang berasal dari Jawa Tengah ini. Pendaftaran mulai tanggal 18 Februari 2026 dan berakhir 1 Agustus 2026. Pengumuman ini disampaikan Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas […]

  • Tingginya Pelanggaran Lalin Jadi Sorotan, Polres Pekalongan Siap Gelar Operasi Zebra Candi Selama 14 Hari

    Tingginya Pelanggaran Lalin Jadi Sorotan, Polres Pekalongan Siap Gelar Operasi Zebra Candi Selama 14 Hari

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Polres Pekalongan mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025. Latihan Pra Operasi (Latpraops) digelar di Aula Polres Pekalongan pada Rabu (12/11/2025). Latpraops ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, didampingi Kabag Ops Kompol M. Farid Amirullah, Kasat Lantas AKP Rony Hidayat, dan Kasat Intelkam AKP Adam Teguh Arisianto, […]

  • Bupati Pemalang Ajak Fatayat dan Muslimat NU Bodeh Bantu Atasi Anak Tidak Sekolah dan Stunting

    Bupati Pemalang Ajak Fatayat dan Muslimat NU Bodeh Bantu Atasi Anak Tidak Sekolah dan Stunting

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemalang, Jurnal Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang saat ini terus mengajak Anak Tidak Sekolah (ATS) yang ada di wilayahnya kembali bersekolah. Bupati Pemalang Mansur Hidayat menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara pertemuan akbar Pimpinan Anak Cabang Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Bodeh. Acara tersebut berlangsung di halaman SDN 02 Longkeyang, Bodeh pada Minggu, 21 Juli […]

  • Hendak Perang Sarung, 16 Remaja Diamankan Tim Patroli Kota Presisi Sat Samapta Polresta Cilacap

    Hendak Perang Sarung, 16 Remaja Diamankan Tim Patroli Kota Presisi Sat Samapta Polresta Cilacap

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Sebanyak 16 remaja yang akan melakukan perang sarung di Jalan Kalisapu Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap diamankan tim Patroli Kota Presisi Sat Samapta Polresta Cilacap, Jumat, (15/3/2024). Kapolresta Cilacap Kombes Pol Ruruh Wicaksono melalui PS Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Soecahyo mengatakan, mereka diamankan pada saat personil Sat Samapta Polresta […]

  • Sekda Jateng: Benteng Fort Willem I Ambarawa Tarik Ribuan Wisatawan 

    Sekda Jateng: Benteng Fort Willem I Ambarawa Tarik Ribuan Wisatawan 

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, destinasi wisata baru, Benteng Fort Willem I Ambarawa, mampu menarik  ribuan wisatawan setiap harinya. Itu bukti bahwa sejarah dan budaya di Jawa Tengah mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Sektor pariwisata sejarah dan budaya cukup kuat menjadi pintu pariwisata, dalam menarik perhatian khalayak. Baik masyarakat dalam dan […]

expand_less