Rabu, 8 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Manusia Di Zaman Edan: Lead Institute Paramadina Bahas Kritik & Ide Filosofis Herbert Marcuse & Cak Nur

Manusia Di Zaman Edan: Lead Institute Paramadina Bahas Kritik & Ide Filosofis Herbert Marcuse & Cak Nur

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG — The Lead Institute Universitas Paramadina kembali menggelar seri “Kajian Filsafat & Agama 2026” bertajuk Madzhab Frankfurt vs “Madzhab” Paramadina dengan tema “Manusia di Zaman Edan”.

Edisi ketiga yang dipandu Peneliti The Lead Institute Dida Darul Ulum pada Senin (6/7) malam membandingkan kritik Herbert Marcuse (1898–1979) tentang Manusia Satu Dimensi dengan gagasan Nurcholish Madjid atau Cak Nur (1939–2005) mengenai manusia sebagai khalifatullah atau perwakilan Tuhan.

Budaya kejar untung atau kapitalisme dan derasnya arus informasi dinilai membuat masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam kebudayaan Jawa, fenomena kemunduran ini kerap disebut sebagai “zaman edan”, istilah yang dipopulerkan pujangga besar dari Keraton Surakarta, Raden Ngabehi Ronggowarsito dalam Serat Kalatidha (1860). Kalatidha berarti zaman keraguan atau masa suram saat nilai-nilai luhur tidak lagi dihargai.

Saat serat ini dikarang, Ronggowarsito melihat kebingungan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial, politik & budaya yang cepat terutama akibat tekanan penjajahan dan melemahnya tatanan tradisional Jawa.

Membuka diskusi, Rektor Universitas Paramadina Prof. Dr. Didik J. Rachbini menegaskan pentingnya kajian filsafat di tengah kondisi tersebut.

“Di tengah derasnya arus informasi dewasa ini di mana pemikiran filsafat semakin terpinggirkan, kajian filsafat menjadi sangat penting sebagai olah fikir, exercise dalam menalar guna menemukan kebenaran sejati,” ujar Didik.

Ketua The Lead Institute Dr. phil. Suratno Muchoeri, alumnus Goethe-Universität Frankfurt, membuka diskusi dengan mengutip filosofi Jawa: “Zaman Edan, Yen Ora Edan Ora Keduman, Nanging sak bejo-bejone wong edan, isih luwih bejo wong kang eling lan waspodo”. Pepeling (nasihat) tersebut memiliki makna, “seberuntung-beruntungnya orang yang ikut arus kegilaan zaman, akan lebih beruntung orang yang tetap ingat dan waspada.”

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dikebut dengan Semangat Gotong Royong, Program RTLH TMMD Boyolali Tunjukkan Progres Menggembirakan

    Dikebut dengan Semangat Gotong Royong, Program RTLH TMMD Boyolali Tunjukkan Progres Menggembirakan

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026 | 14:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim 0724/Boyolali terus menunjukkan progres signifikan. Pembangunan yang dilaksanakan pada Sabtu (02/05/2026) ini berjalan cepat berkat kolaborasi solid antara personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat yang bahu-membahu di lapangan. Sejak awal pelaksanaan, proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan terencana, mulai […]

  • Mecari Bibit Unggul Taekwondo, Pemkab Pemalang Gelar Kejuaraan Taekwondo Bupati Cup Tahun 2024

    Mecari Bibit Unggul Taekwondo, Pemkab Pemalang Gelar Kejuaraan Taekwondo Bupati Cup Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024 | 19:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Bupati Pemalang Mansur Hidayat membuka kejuaraan Taekwondo Bupati Cup Tahun 2024 yang digelar di GOR Kridanggo Pemalang, Sabtu (17/2/2024). Kejuaraan yang berlangsung sehari itu, diikuti oleh 229 orang atlet taekwondo dari berbagai kelompok umur pra kadet, kadet dan junior dengan kategori kyorugi dan poomsae. Dalam sambutan Mansur mengatakn, kejuaraan Taekwondo Bupati Cup Tahun […]

  • TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 di Desa Klareyan Resmi Ditutup, Fokus Bangun Negeri dari Desa

    TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 di Desa Klareyan Resmi Ditutup, Fokus Bangun Negeri dari Desa

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026 | 12:18 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Pemalang resmi berakhir. Penutupan program ditandai dengan upacara khidmat yang dipusatkan di Lapangan Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, pada Kamis (21/5/2026). Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang, Letkol Inf Muhammad Arif, yang juga menjabat sebagai Dansatgas TMMD, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam […]

  • Kunjungi Pemalang, Gubernur Ahmad Luthfi Salurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Korban Banjir Bandang

    Kunjungi Pemalang, Gubernur Ahmad Luthfi Salurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Korban Banjir Bandang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026 | 12:28 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerahkan paket bantuan senilai ratusan juta rupiah untuk warga terdampak banjir bandang di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, di Posko Utama Siaga Bencana pada Jumat (30/01/2025). Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi: Dana penanganan banjir bandang: Rp290.506.121 Belanja Tidak […]

  • Januari 2025 Tarif PPN akan Naik 12 Persen, Kenaikan Tidak Berlaku untuk Sektor Ini

    Januari 2025 Tarif PPN akan Naik 12 Persen, Kenaikan Tidak Berlaku untuk Sektor Ini

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024 | 18:53 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Masyarakat tidak perlu khawatir dengan naiknya PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang akan dilakukan pemerintah per Januari 2025 nanti, Sabtu (7/12/2024). Hal ini disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan beberapa hari yang lalu di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta. Menurutnya, kenaikan PPN 12 persen ini tidak berlaku untuk sektor-sektor […]

  • Sejumlah Kios di Pasar Comal Ditutup, Akibat Bau Busuk Sampah Yang Menyengat

    Sejumlah Kios di Pasar Comal Ditutup, Akibat Bau Busuk Sampah Yang Menyengat

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025 | 17:47 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG –  Tumppukan sampah yang berada di jalan masuk belakang Pasar Comal, Kabupaten Pemalang menimbulkan aroma yang tak sedap. Bau busuk menyengat merasuk ke hidung, membuat siapa pun yang melewati area tersebut terganggu. Menurut keterangan yang diperoleh Jurnal Pemalang dari sejumlah pedagan menyebutkan, tumpukan sampah tersebut sudah 3 bulan tidak dibuang oleh pihak terkait. […]

expand_less