Atasi Kekeringan, BPBD Pemalang Distribusikan Air Bersih ke 30 Desa
- account_circle Fahroji
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam operasionalnya, BPBD mengerahkan enam truk tangki berkapasitas masing-masing sekitar 5.000 liter dengan target empat kali pengiriman setiap hari.
Selain armada BPBD, distribusi air bersih juga mendapat dukungan dari PMI, Perumda Air Minum (PDAM) Kabupaten Pemalang, Baznas, serta berbagai elemen masyarakat yang ikut berpartisipasi melakukan droping air.
“Sejak 1 Juli pukul 09.00 WIB kami sudah mulai melakukan droping air ke desa-desa terdampak. Tadi pagi kami juga menyiagakan tiga truk, dua truk di Kecamatan Pulosari dan satu truk di Kecamatan Bodeh untuk mempercepat distribusi ke desa-desa yang membutuhkan,” kata Agus.
Ia menambahkan, status darurat bencana kekeringan saat ini berlaku hingga 31 Juli 2026 dan akan dievaluasi melalui kaji cepat.
Apabila kondisi masih memerlukan penanganan, status darurat dapat diperpanjang. BPBD berharap kondisi hidrometeorologi kering berakhir pada Oktober 2026 sehingga kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi.
Agus juga mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi membantu penyediaan air bersih. Ia menyebut sejumlah komunitas, seperti Alumni SMAN 1 Pemalang, telah rutin melakukan droping air setiap hari Minggu.
BPBD mengimbau seluruh bantuan disalurkan melalui posko agar pendistribusian tercatat, tervalidasi, dan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penanganan bencana kekeringan.*
- Penulis: Fahroji

