Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kolom » Mengapa Semangat Pembahasan UUD 1945 Sekarang Jadi Melempem ?

Mengapa Semangat Pembahasan UUD 1945 Sekarang Jadi Melempem ?

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025 | 03:18 WIB
  • print Cetak

Oleh: Jacob Ereste

Semula filosofis dari makna sepi ing pamrih, rame ing gawe itu asal muasalnya berasal dari getaran spiritual suku bangsa Jawa. Kemudian sempat menjadi pengobar sangat suku bangsa nusantara dalam etos kerja, sedikit bicara. Jadi tidak perlu terlalu banyak berlagak (ngomong) saja, karena yang lebih utama adalah bekerja.

Tapi sekarang filsafat kerja ini terkesan sudah ditinggalkan, seiring dengan gerusan dari perkembangan ilmu dan pengetahuan yang melihat jada cuap-cuap dapat menjadi lapangan pekerjaan baru yang gampang untuk dilakukan. Maka itu mulailah berkembang jurus baru yang dikata banyak orang, sedikit bekerja dengan cara memperbanyak bicara. Yang penting memukau dan menakjubkan sehingga banyak orang jadi berminat pada apa yang sedang dijajakan.

Promosi, orasi atau bahkan provokasi bisa menjadi bagian dari jurus pilihan untuk dilakukan. Yang penting bagaimana orang yang mendengar celoteh itu jadi terpesona dan mau membeli atau menerima apa saja yang ditawarkan, sampai mau berkorban atau mengeluarkan dana dari koceknya.

Agaknya, begitulah riwayat rane ing gawe, sepi ing pamrih itu atau sebaliknya sekarang. Persis seperti keluhan banyak orang Jawa sendiri yang merasa telah hilang sensitivitas ke-Jawa-annya. Meski Emha Ainun Najib yang asli Desa Menturo, Jombang itu pernah berkata bahwa Jawa itu sendiri dalam pengertian suatu peradaban, bukan suku bangsa seperti yang ada di bumi Nusantara ini.

Agaknya, mungkin seperti itulah proses dalam dunia aktivis kaum pergerakan di Indonesia, terlalu banyak omong tapi tidak banyak bergerak. Sehingga aktivis pergerakan pun jadi terkesan dalam kondisi yang sungsang. Hasrat dari keinginan kaum pergerakan kembali kepada UUD 1945 atau sekedar hendak melakukan revisi ulang termasuk gagasan melakukan perubahan lanjutan, pun terkesan begitu rumit dan ruet sehingga melahirkan berbagai fraksi atau kelompok — yang diam-diam tampal bertikai atau bahkan beseberangan secara terang-terangan dengan pihak kelompok yang lain. Lalu kesan seperti adegan dari perlombaan balap karung — seperto yang sudah sering dilontarkan Benny Akbar Fatah almarhum– semakin jelas dan nyata perseteruannya.

Saat yang paling riuh dan gaduh ketika menanggapi soal amandemen UUD 1945 pada masa awal tahun 2002 mulai jadi ramai pada kisaran dua tahun kemudian hingga satu bundel lengkap dengan kritik dan saran serta usulan perbaikan UUD 1945 itu yang dimotori oleh Doli Yatim almarhum. Suasana kembali memuncak saat menjelang Pemilu Presiden tahun 2024. Setidaknya dua tahun menjelang pemilihan Presiden Indonesia ke-9 terkait dengan wacana perpanjangan jabatan, bantal pihak yang secara terbuka menolak membahas UUD 1945 hasil amandemen yang dianggap telah dipiuhkan itu oleh tangan-tangan penguasa yang jahil dan teka khianat pada tujuan yang luhur bagi kemerdekaan bangsa Indonesia untuk menggamit kesejahteraan yang bebas dari kemiskinan dan kebodohan.

Sejumlah tokoh yang menolak keinginan untuk membahas UUD 1945 itu saat menjelang pemilihan Presiden tahun 2024, karena khawatir akan dimanfaatkan untuk melegalisasi masa perpanjangan jabatan presiden seperti yang sempat heboh dan menjadi pembahasan yang panas, seperti muaranya yang terus berlangsung dengan skenario lain yang lebih dramatik di Mahkamah Konstitusi.

Penolakan untuk tidak membahas UUD 1945 dalam bentuk dan tujuan apapun saat menjelang pemilihan Presiden itu dahulu cukup punya alasan yang masuk akal. Seperti yang diungkapkan secara terbuka oleh sejumlah tokoh dari Forum Negarawan maupun kelompok diskusi Forum Indonesia Damai termasuk kalangan tokoh dari berbagai agama dan spiritual yang diwakili Sri Eko Sriyanto Galgendu. Dengan kata lain, secara pribadi dan kelompok dia menyatakan siap untuk ikut serta membahasa perbaikan atau penyempurnaan bahkan perombakan UUD 1945 yang telah diamandemen secara sembrono ini setelah pemilihan dan penetapan Presiden Indonesia secara definitif untuk periode tahun 2024-2029 selesai. Maka itu sekarang Pemimpin Spiritual Nusantara ini mempertanyakan, bagaimana dengan semangat untuk menyempurnakan UUD 1945 itu sekarang kok jadi melempem. Ibarat kata, mengapa semangat untuk membahas kembali UUD 1945 yang dianggap bermasalah itu — akibat diamandemen dengan cara yang ugal-ugalan itu sekarang seperti kerupuk melempem yang masuk angin. Atau orangnya sendiri yang sudah masuk angin ?

Inilah pertanyaan yang relevan untuk dijawab sekarang tentang semangat dan gairah untuk kembali kepada UUD 1945 yang asli atau yang diperbaiki, karena memang sudah rusak. Dan ketika dikonfirmasi kembali kepada Sri Eko Sriyanto Galgendu, tentang pemikiran serta sikapnya dahulu dan kini, dia cuma tersenyum simpul, seakan-akan mempersilangkan kepada semua orang untuk menafsirkan secara bebas dan merdeka pula.

Pecenongan, 13 Januari 2025

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek Kesiapan Bencana, Kapolres Pekalongan Pimpin Apel Siaga Bhayangkara dan Gelar Alutsista SAR

    Cek Kesiapan Bencana, Kapolres Pekalongan Pimpin Apel Siaga Bhayangkara dan Gelar Alutsista SAR

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025 | 22:36 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    ERAPOS ONLINE – Mengantisipasi potensi bencana alam di akhir tahun, Polres Pekalongan menggelar Apel Siaga Bhayangkara dan pergelaran sarana dan prasarana (Sarpras) di halaman Mapolres Pekalongan, Senin (01/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh personel dan perlengkapan siap sedia diterjunkan sewaktu-waktu. Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmat C. Yusuf, S.I.K., M.Si., […]

  • Selaraskan Kebijakan Pusat dan Daerah, Pemkab Bersama DPRD Pemalang Ikuti Sidang Paripurna Kenegaraan 2026

    Selaraskan Kebijakan Pusat dan Daerah, Pemkab Bersama DPRD Pemalang Ikuti Sidang Paripurna Kenegaraan 2026

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026 | 16:56 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama jajaran legislatif menegaskan komitmennya untuk terus mengawal arah kebijakan nasional. Komitmen ini ditunjukkan melalui kehadiran Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang Nurkholes dan Ketua DPRD Pemalang Martono dalam rangkaian Sidang Paripurna MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Paripurna DPRD […]

  • Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) Banyumas, Kompetisi Islami yang Membangun Karakter Santri

    Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) Banyumas, Kompetisi Islami yang Membangun Karakter Santri

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 | 22:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekitar 400 santri dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas mengikuti Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) 1 yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PDM Banyumas bekerja sama dengan BADKO TPQ Muhammadiyah Banyumas dan LAZISMU Banyumas. Kegiatan yang berlangsung di Aula Abu Daldiri dan Aula SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, Sabtu (27/6/2026), menjadi ajang pembinaan sekaligus […]

  • Akibat Ledakan Bahan Petasan, Tiga Remaja Dirawat di RS Dr. Moewardi

    Akibat Ledakan Bahan Petasan, Tiga Remaja Dirawat di RS Dr. Moewardi

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024 | 20:10 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Akibat ledakan bahan petasan yang terjadi di Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, empat remaja terluka. Tiga diantaranya dirawat di RS Dr. Moewardi Surakarta, satu korban mengalami luka bakar ringan dan rawat jalan, Selasa (19/3/2024). Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan, ledakan terjadi pada Minggu […]

  • Kabar Gembira Bagi PPPK Paruh Waktu, Besok Bakal Terima SK

    Kabar Gembira Bagi PPPK Paruh Waktu, Besok Bakal Terima SK

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025 | 17:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kabar mengenggembirakan dating dari ratusan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah Formasi Tahun 2024. Pasalnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pemalang secara resmi mengundang mereka untuk menghadiri prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati dan penandatanganan perjanjian kerja. Undangan resmi tersebut tertuang dalam […]

  • Simulasi SNBT Dorong Tingkatkan Taraf Pendidikan di Pemalang

    Simulasi SNBT Dorong Tingkatkan Taraf Pendidikan di Pemalang

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024 | 15:09 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Kegiatan Simultan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2024 yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Pemalang di Universitas Gadjah Mada (Ikhlasgama) dinilai mampu membantu meningkatkan taraf pendidikan di Kabupaten Pemalang, khususnya pada jenjang Perguruan Tinggi. Hal ini disampaikan Bupati Pemalang Mansur Hidayat yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang Ismun Hadiyo saat membuka Simulasi SNBT […]

expand_less