Perangi Kusta di Jateng, Ahmad Luthfi Gencarkan Skrining Lewat Speling
- account_circle Fahroji
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 14:30 WIB
- print Cetak

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah).(Foto: dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Luthfi juga menginstruksikan dinas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memperkuat layanan pengobatan bagi para penyintas.
Penanganan kusta, kata dia, tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama lintas pemerintah dan tenaga kesehatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, sepanjang 2025 ditemukan 1.541 kasus kusta. Sementara hingga triwulan II tahun 2026, tercatat sudah ada sekitar 837 kasus.
Menurut Luthfi, tingginya angka temuan tersebut justru menunjukkan bahwa upaya deteksi dini mulai berjalan lebih baik sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan sebelum mengalami kecacatan maupun menularkan penyakit kepada orang lain.
Karena itu, Program Speling yang selama ini memberikan layanan dokter spesialis hingga pelosok akan diperluas dengan memasukkan skrining kusta sebagai salah satu layanan utama.
Seluruh data hasil pemeriksaan dari kabupaten/kota akan dihimpun di tingkat provinsi untuk menjadi dasar penyusunan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran.
Selain menemukan kasus baru, pemerintah juga memastikan seluruh penyintas menjalani pengobatan hingga selesai. Lama terapi bervariasi antara enam hingga 12 bulan, bahkan dapat mencapai 24 bulan, tergantung kondisi pasien.
Pengobatan tidak boleh terputus karena dapat menyebabkan pasien harus mengulang terapi dari awal.
- Penulis: Fahroji

