Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Perkuat Mitigasi, Kemensos RI Bentuk Kampung Siaga Bencana di Desa Penakir Pulosari

Perkuat Mitigasi, Kemensos RI Bentuk Kampung Siaga Bencana di Desa Penakir Pulosari

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Kementerian Sosial Republik Indonesia secara resmi memulai kegiatan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Jumat (15/5/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah dalam memperkuat ketangguhan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Penakir ini dibuka langsung oleh Ketua Pokja Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kemensos RI, Taufik Saeful Rahman. Dalam sambutannya, Taufik menegaskan bahwa pembentukan KSB merupakan momentum penting untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan kolektif warga Kecamatan Pulosari terhadap berbagai ancaman bencana alam.

Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai kelompok usia. Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan penyematan atribut peserta secara simbolis oleh Sekretaris Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang, Supadi, didampingi Camat Pulosari, Arif Senoaji, kepada dua orang perwakilan peserta.

Melalui program KSB ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan teknis mengenai mitigasi, tetapi juga mampu mengorganisir diri secara mandiri saat terjadi situasi darurat di lingkungan mereka.

“Ini menjadi momen bahwa masyarakat, khususnya di Kecamatan Pulosari, adalah masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Dengan adanya KSB, kesiapsiagaan dan kemampuan mitigasi masyarakat akan semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang, Supadi, menjelaskan bahwa Desa Penakir merupakan lokasi ketiga pembentukan KSB di Kabupaten Pemalang, setelah sebelumnya dibentuk di Kecamatan Watukumpul dan Kecamatan Ulujami.

Menurutnya, Kecamatan Watukumpul dipilih sebagai lokasi pertama di Jawa Tengah karena memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, seperti tanah longsor dan kekeringan yang hampir terjadi setiap tahun. Sedangkan pembentukan KSB di Desa Penakir dilatarbelakangi kejadian banjir bandang yang sempat menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik.

“Di Penakir kita tidak menduga adanya banjir bandang yang menimbulkan korban. Karena itu Kementerian Sosial hadir membentuk KSB sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Harapannya relawan menjadi lebih tanggap, tangguh, dan cepat dalam penanganan bencana,” kata Supadi.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perlu Kolaborasi Antar Lembaga Untuk Tekan Angka Percerian

    Perlu Kolaborasi Antar Lembaga Untuk Tekan Angka Percerian

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Angka perceraian yang tinggi, menimbulkan efek negatif bagi keluarga. Maka perlu kolaborasi berbagai lembaga untuk menyelesaikan persoalan yang timbul akibat perceraian. Hal itu mengemuka dalam audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah, dengan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), di ruang kerjanya, Senin, 9 Februari 2026. Pada pertemuan […]

  • Pemprov akan Lakukan Pembinaan pada TPA Open Dumping di 18 Kabupaten/Kota se Jateng

    Pemprov akan Lakukan Pembinaan pada TPA Open Dumping di 18 Kabupaten/Kota se Jateng

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaksanakan akselerasi dalam rangka penuntasan sampah dengan membentuk Satgas Penuntasan Sampah, sebagaimana SE Gubernur Jateng Ahmad Luthfi nomor 100.3.4.1/0006574 Tahun 2025. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto mengemukakan, sejumlah aksi sudah dilakukan sejalan dengan pembentukan Satgas Penuntasan Sampah Jawa Tengah hingga menjelang akhir […]

  • Dukung Wujudkan Program Nasional, Bupati Anom Lakukan Kunjungan ke Instansi Vertikal di Wilayahnya

    Dukung Wujudkan Program Nasional, Bupati Anom Lakukan Kunjungan ke Instansi Vertikal di Wilayahnya

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melakukan kunjungan silaturahmi ke beberapa Instansi Vertikal Di Kabupaten Pemalang, Selasa (6/01/2026). Kunjungan Kerja tersebut untuk memperkuat kolaborasi dengan instansi vertikal dalam melaksanakan program strategis nasional seperti koperasi desa merah putih di wilayah Kabupaten Pemalang. Ditemui saat wawancara usai kegiatan itu, Bupati Anom menuturkan bahwa dirinya bersama Asisten […]

  • Bentuk Kepedulian, Kapolres Pekalongan Salurkan Bansos Langsung ke Warga Terdampak Banjir Siwalan

    Bentuk Kepedulian, Kapolres Pekalongan Salurkan Bansos Langsung ke Warga Terdampak Banjir Siwalan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Polres Pekalongan menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap sesama di tengah musibah banjir yang melanda wilayah Desa Sipait, Kecamatan Siwalan. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf turun langsung menembus genangan air untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga yang terdampak, Sabtu (17/1/2026). Pemberian paket bantuan ini dilakukan di sela-sela pengecekan lokasi banjir dan […]

  • Antisipasi Cuaca Ekstrim, Pemprov Jateng Dorong Upaya Modifikasi atau Rekayasa Cuaca

    Antisipasi Cuaca Ekstrim, Pemprov Jateng Dorong Upaya Modifikasi atau Rekayasa Cuaca

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Guna mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan upayakan modifikasi atau rekayasa cuaca. Hal itu diucapkan Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana pada saat mengecek lokasi banjir dan sejumlah rumah pompa di Kota Semarang, Jumat (15/3/2024). “Satu minggu ke depan cuaca ekstrem masih perlu kita antisipasi. […]

  • Rektor Paramadina: Hukum yang Buruk Bisa Menghancurkan Ekonomi Nasional

    Rektor Paramadina: Hukum yang Buruk Bisa Menghancurkan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyoroti dampak serius hukum yang lemah, tidak adil, dan mudah diintervensi terhadap perekonomian Indonesia. Pandangan ini disampaikan terkait kasus hukum yang menimpa mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, atau Tom Lembong. “Saya sebagai ekonom ingin memberi kontribusi (semoga bermakna) terhadap praktek kriminalisasi hukum dan kasus Tom […]

expand_less