Sektor Perumnas Hijau Jadi Kunci Strategis Transisi Ekonomi Berkelanjutan
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan sektor perumahan hijau sebagai strategi kunci dalam transisi ekonomi berkelanjutan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai langkah ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga penguatan daya saing daerah di mata investor nasional dan global.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri sekaligus menandai dimulainya pembangunan (ground breaking) Cluster Sakalint Green Residential di kawasan Grandia Metropolis, Kota Semarang, Selasa, 13 Januari 2026.
Menurut Ahmad Luthfi, sektor perumahan memiliki peran strategis sebagai pintu masuk transisi ekonomi hijau di Jawa Tengah, karena menyentuh langsung pola hidup masyarakat. Mulai dari pengelolaan sampah hingga pemanfaatan energi terbarukan.
“Jawa Tengah ke depan harus menuju green economy dan ekonomi terbarukan. Perumahan menjadi pintu masuk yang paling efektif karena perubahan dimulai dari rumah dan lingkungan permukiman,” kata Luthfi dalam sambutannya.
Diungkapkan, kebutuhan hunian di Jawa Tengah masih mencapai sekitar 1.372.000 unit. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi pengembang untuk berinvestasi, sekaligus berinovasi dalam menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan ramah lingkungan.
“Kebutuhan rumah kita masih sangat besar. Namun yang kami dorong bukan hanya kuantitas, melainkan kualitas hunian yang berkelanjutan dan sejalan dengan arah pembangunan lingkungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyinggung persoalan pengelolaan sampah yang menjadi salah satu fokus pemerintah provinsi hingga 2029. Meski pengolahan sampah skala regional terus dikembangkan, ia menekankan pentingnya pengelolaan dari hulu, yakni dari rumah tangga.
- Penulis: Fahroji




