Peluncuran Buku “The Pancasila Market Economy”: Pentingnya Keseimbangan Pasar, Negara, dan Nilai Pancasila
- account_circle Fahroji
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam diskusi yang dimoderatori Dr. Handi Risza, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa konsep Ekonomi Pasar Pancasila perlu menjadi pondasi dalam mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Dalam konteks Ekonomi Pasar Pancasila, Shinta menegaskan bahwa pasar tetap menjadi instrumen penting, tetapi harus diarahkan oleh negara dengan landasan moral dan sosial yang kuat.
“Market sebagai instrumen, diarahkan oleh negara sebagai regulator dan guardian, serta dilandasi nilai moral dan sosial. Pasar tetap bekerja, tetapi tidak dibiarkan sepenuhnya tanpa arah dan koreksi,” kata Shinta.
Pembicara lainnya, Wijayanto yang juga ekonom dan dosen Universitas Paramadina menjelaskan bahwa Indonesia selama ini mengalami perubahan orientasi ekonomi dari masa ke masa, mulai dari ekonomi yang dipimpin negara (state-led economy), developmental state, hingga state capitalism.
“Konsep Ekonomi Pasar Pancasila hadir sebagai upaya mengambil sisi positif dari kapitalisme dan sosialisme sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila.” Ujarnya.
Prof. Marcus Marktanner akademisi Kennesaw State University – AS, menegaskan perlunya memperkuat demokrasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan mengingatkan bahwa di banyak negara demokrasi saat ini sedang berada dalam risiko.
“Hal tersebut menurut saya perlu ditekankan, dan kita perlu kembali benar-benar memikirkan apa peran demokrasi terhadap pembangunan ekonomi, serta bagaimana kita dapat memperkuat demokrasi. Karena di banyak negara di seluruh dunia, demokrasi sedang berada dalam risiko,” ujar Prof. Marcus Marktanner.
- Penulis: Fahroji


