Selasa, 14 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Sebagai Alat Politik?

Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Sebagai Alat Politik?

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024 | 10:33 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gejala lainnya dengan memasukkan Gibran Rakabuming putra Jokowi melalui MK, dengan memanipulasi proses hukum dan politik sehingga menjadi cawapres 02. Setelah itu kita melihat bansos dijadikan alat politik untuk memenangkan kekuasaan dalam pilpres 2024. “Suara-suara kampus dan civil society tidak diindahkan, bahkan tidak ada dialog sebagaimana dulu Soeharto mengadakan dialog dengan para mahasiswa. Itulah yang disebut gejala Otorianisme Baru. Jadi, bansos sebagai instrumen pemenangan politik adalah bagian dari konstruksi politik otoritarian” tambahnya.

Narasumber lainnya, Dr. Elan Satriawan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada melihat saat ini sudah menjadi alat tujuan utama dari politik. Bansos juga dikategorikan sangat penting untuk penanggulangan kemiskinan, faktanya hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Bansos sering kali dijadikan sebagai strategi tetapi juga sangat rentan terhadap upaya-upaya politisasi.

“Hal yang harus dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan bukan hanya bansos saja yang seolah menjadi satu-satunya jalan, karena jelas tidak akan cukup. Harus ada program afirmasi yang dapat menghilangkan/mengatasi kendala-kendala yang membuat kelompok bawah/miskin, bisa relatif setara dengan rakyat yang lain” kata Elan.

Elan memandang harus ada program perlindungan sosial yang berfungsi untuk melindungi agar kesejahteraan mereka tidak jatuh. Khususnya dalam situasi krisis, contohnya ada peristiwa penggusuran kaki lima, atau kepala keluarga yang sakit berkepanjangan, dan lainnya. Krisis yang sifatnya agregat atau pun yang unik per individu.

“Sayangnya program-program seperti UMKM, inklusifitas dan lain sebagainya tidak secara efektif dan sistematis dikaitkan dengan penanggulangan kemiskinan. Sejauh ini, yang dikenal masyarakat mengenai penanggulangan kemiskinan hanya bansos.” Tambah Elan.

Dr. Ninasapti Triaswati dosen dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melihat tujuan dari adanya bansos memang pencapaian target dengan tujuan politiknya pengentasan kemiskinan. “Sebenarnya tujuan bansos itu komprehensif bukan hanya memberikan sejumlah uang atau makanan/pendidikan, tapi dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui berbagai kebijakan ekonomi dan keuangan” kata Nina.

“Jika dibandingkan periode saat ini nilai bansos Rp 496 triliun, sedangkan periode lalu sebesar Rp 476 T. Yang menjadi masalah bukan sekedar mencapai atau bahkan tepat sasaran tetapi juga soal pemerataan antar kelompok” lanjut Nina.

Pada 2013 ke 2014 bansos yang digelontorkan sekitar Rp 398 T, di akhir era SBY sebesar Rp 439 T, jadi bisa dilihat dengan jelas bahwa ada lonjakan anggaran sekira Rp40 T. “Bahkan jika dilihat berdasarkan data, nilai bansos yang paling besar terjadi pada 2020 yaitu sebesar Rp498 T (Pandemi Covid). Kemudian terjadi penurunan kembali ke angka Rp 397 T pada 2021. kemudian naik lagi di 2022 sebesar Rp 431 dan Rp 476 di tahun 2023. Dari angka-angka itu memang ada pertanyaan besar, apakah ada kepentingan yang muncul yakni kepentingan politik?” imbuh Nina.

Wijayanto Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES menyampaikan bahwa bansos yang dibagikan saat pemilu merupakan suatu refleksi kegagalan negara untuk memenuhi amanah konstitusi. “Tak hanya itu, bansos yang diberikan adalah refleksi kegagalan birokrasi negara untuk menjalankan bantuan sosial, sehingga terjadinya kegagalan birokrasi dan administratif didalamnya” kata Wijayanto.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Program Ketahanan Pangan, Disperik dan Forkompincam Ulujami Tebar Benih Ikan Nila

    Dukung Program Ketahanan Pangan, Disperik dan Forkompincam Ulujami Tebar Benih Ikan Nila

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024 | 22:24 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan dan gizi, Dinas Perikanan (Disperik) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah tabur puluhan ribu benih ikan nila, Senin, (25/11/2024). Kepala Disperik Pemalang Era Srinaeni mengatakan, puluhan ribu ikan ini ditabur dibeberapa titik lokasi di Kabupaten Pemalang. Untuk penebaran hari ini dilakulan ditiga lokasi. “Hari ini kita tabur di […]

  • Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa OSIS SMP N 1 Bantarbolang Dibina langsung Babinsa Koramil 10 Moga

    Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa OSIS SMP N 1 Bantarbolang Dibina langsung Babinsa Koramil 10 Moga

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026 | 16:12 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Kegiatan LDKS berjalan dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Diharapkan melalui kegiatan ini, pengurus OSIS SMP N 1 Bantarbolang Masa Bakti 2025/2026 dapat menjadi pemimpin yang berintegritas, bertanggung jawab, serta mampu menjadi contoh yang baik bagi seluruh siswa. Adapun pihak Babinsa yang menjadi pembina dalam kegiatan tersebut antara lain Serma Susmanto dan […]

  • Genjot Porduktivitas Padi di Jateng, Kementan Alokasikan 4.348 Unit Pompanisasi 

    Genjot Porduktivitas Padi di Jateng, Kementan Alokasikan 4.348 Unit Pompanisasi 

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024 | 17:28 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Kementrian Pertanian RI mengalokasikan 4.348 unit pompanisasi untuk menggenjot produktivitas padi di Jawa Tengah, Rabu (14/8/2024). Dari jumlah pompa yang dialokasikan sudah terpasang di 35 kabupaten/ kota sebanyak 94,23 persen atau 4.097 unit. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, optimis pemasangan pompanisasi di wilayahnya akan terpasang 100 persen pada 17 Agustus 2024. […]

  • Polisi dan Petugas Damkar di Pekalongan Gerak Cepat Padamkan Kobaran Api di Area Lahan Kosong

    Polisi dan Petugas Damkar di Pekalongan Gerak Cepat Padamkan Kobaran Api di Area Lahan Kosong

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024 | 21:32 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Lahan kosong milik komplek Perumahan Kajen Permai Indah di Dukuh Tanjung Desa Tanjungkulon Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan terbakar, Jumat (18/10/2024). Kapolsek Kajen AKP Turkhan mengatakan, kebakaran itu terjadi pada hari Kamis (17/10) sekitar pukul 13.30 wib. Kebakaran terjadi karena di lokasi banyak rumput kering sehingga dengan mudah api menyebar. Pihaknya mendapat informasi […]

  • Siswa TK di Pemalang Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis

    Siswa TK di Pemalang Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026 | 21:53 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Seorang siswa TK berinisial S di Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (12/3/2026). Korban dilaporkan mengalami muntah hebat usai meminum es selasih yang disediakan oleh salah satu pihak penyedia (SPPG) yang berlokasi di Desa Bumirejo. Menurut keterangan salah satu […]

  • Tingginya Curah Hujan di Grobogan, Jalan Yang Menghubungkan Purwodadi, Pati dan Kudus Banjir

    Tingginya Curah Hujan di Grobogan, Jalan Yang Menghubungkan Purwodadi, Pati dan Kudus Banjir

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024 | 17:23 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Menurutnya, meskipun kondisi jalur alternatif tersebut tidak terlalu bagus, namun setidaknya tidak menimbulkan kemacetan bagi pengguna jalan. “Rekayasa dilakukan untuk mengurangi volume kendaraan dan kepadatan arus lalu lintas yang ada di Jalan Raya Purwodadi Pati itu,” ujar Kompol Gali Atmajaya. Untuk mengantisipasi kendaraan yang nekat menerobos banjir dan ditengah perjalanan tidak mampu menahan air yang […]

expand_less