Jumat, 28 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Sebagai Alat Politik?

Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Sebagai Alat Politik?

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024 | 10:33 WIB
  • print Cetak

Gejala lainnya dengan memasukkan Gibran Rakabuming putra Jokowi melalui MK, dengan memanipulasi proses hukum dan politik sehingga menjadi cawapres 02. Setelah itu kita melihat bansos dijadikan alat politik untuk memenangkan kekuasaan dalam pilpres 2024. “Suara-suara kampus dan civil society tidak diindahkan, bahkan tidak ada dialog sebagaimana dulu Soeharto mengadakan dialog dengan para mahasiswa. Itulah yang disebut gejala Otorianisme Baru. Jadi, bansos sebagai instrumen pemenangan politik adalah bagian dari konstruksi politik otoritarian” tambahnya.

Narasumber lainnya, Dr. Elan Satriawan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada melihat saat ini sudah menjadi alat tujuan utama dari politik. Bansos juga dikategorikan sangat penting untuk penanggulangan kemiskinan, faktanya hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Bansos sering kali dijadikan sebagai strategi tetapi juga sangat rentan terhadap upaya-upaya politisasi.

“Hal yang harus dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan bukan hanya bansos saja yang seolah menjadi satu-satunya jalan, karena jelas tidak akan cukup. Harus ada program afirmasi yang dapat menghilangkan/mengatasi kendala-kendala yang membuat kelompok bawah/miskin, bisa relatif setara dengan rakyat yang lain” kata Elan.

Elan memandang harus ada program perlindungan sosial yang berfungsi untuk melindungi agar kesejahteraan mereka tidak jatuh. Khususnya dalam situasi krisis, contohnya ada peristiwa penggusuran kaki lima, atau kepala keluarga yang sakit berkepanjangan, dan lainnya. Krisis yang sifatnya agregat atau pun yang unik per individu.

“Sayangnya program-program seperti UMKM, inklusifitas dan lain sebagainya tidak secara efektif dan sistematis dikaitkan dengan penanggulangan kemiskinan. Sejauh ini, yang dikenal masyarakat mengenai penanggulangan kemiskinan hanya bansos.” Tambah Elan.

Dr. Ninasapti Triaswati dosen dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melihat tujuan dari adanya bansos memang pencapaian target dengan tujuan politiknya pengentasan kemiskinan. “Sebenarnya tujuan bansos itu komprehensif bukan hanya memberikan sejumlah uang atau makanan/pendidikan, tapi dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui berbagai kebijakan ekonomi dan keuangan” kata Nina.

“Jika dibandingkan periode saat ini nilai bansos Rp 496 triliun, sedangkan periode lalu sebesar Rp 476 T. Yang menjadi masalah bukan sekedar mencapai atau bahkan tepat sasaran tetapi juga soal pemerataan antar kelompok” lanjut Nina.

Pada 2013 ke 2014 bansos yang digelontorkan sekitar Rp 398 T, di akhir era SBY sebesar Rp 439 T, jadi bisa dilihat dengan jelas bahwa ada lonjakan anggaran sekira Rp40 T. “Bahkan jika dilihat berdasarkan data, nilai bansos yang paling besar terjadi pada 2020 yaitu sebesar Rp498 T (Pandemi Covid). Kemudian terjadi penurunan kembali ke angka Rp 397 T pada 2021. kemudian naik lagi di 2022 sebesar Rp 431 dan Rp 476 di tahun 2023. Dari angka-angka itu memang ada pertanyaan besar, apakah ada kepentingan yang muncul yakni kepentingan politik?” imbuh Nina.

Wijayanto Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES menyampaikan bahwa bansos yang dibagikan saat pemilu merupakan suatu refleksi kegagalan negara untuk memenuhi amanah konstitusi. “Tak hanya itu, bansos yang diberikan adalah refleksi kegagalan birokrasi negara untuk menjalankan bantuan sosial, sehingga terjadinya kegagalan birokrasi dan administratif didalamnya” kata Wijayanto.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontes Ototrend Nusantara Vol.5 di Pemalang Dibanjiri Motor Modifikasi dari Berbagai Daerah

    Kontes Ototrend Nusantara Vol.5 di Pemalang Dibanjiri Motor Modifikasi dari Berbagai Daerah

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025 | 07:12 WIB
    • account_circle Joko Longkeyang
    • 0Komentar

    Gelaran Ototrend Nusantara Vol.5 tidak hanya menyuguhkan kontes motor modifikasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi komunitas otomotif, pecinta motor klasik, hingga pelaku usaha sparepart dan aksesoris. Antusiasme masyarakat yang datang menonton membuktikan bahwa modifikasi motor masih memiliki daya tarik kuat dan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda.*

  • Menuju Sekolah Aman dari Bencana, BPBD Pemalang Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana di SMP Negeri 4 Ulujami

    Menuju Sekolah Aman dari Bencana, BPBD Pemalang Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana di SMP Negeri 4 Ulujami

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024 | 13:18 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    “Utamanya paham dalam mengatasi kepanikan,” ungkapnya. Dengan digelarnya sosialisasi penanggulangan bencana di sekolahnya, ia pun mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Pemalang dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut. “Terima kasih telah memlih SMP Negeri 4 Ulujami sebagai tempat kegiatan ini. Melalui sosialisasi ini kita semua dapat belajar tentang cara evakuasi yang aman, […]

  • Jawa Tengah Bakal Jadi Tuan Rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasiolan XXXI

    Jawa Tengah Bakal Jadi Tuan Rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasiolan XXXI

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026 | 17:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Konsultan juga memperkenallan logo dan maskot MTQN yang menggunakan ikon Tugumuda di Kota Semarang. Maskot bernama Saqa, yang berarti Sahabat Qurani MTQN Semarang. Adapun logo, mengandung unsur Tugumuda, kitab Al quran, masjid agung, gunungan dan sulur, pusaka keris, serta bintang/cahaya dengan ruas lima yang menggambarkan rukun Islam. Kakanwil Kemenag Saiful Mujab, memberikan masukan agar lay […]

  • Anak-Anak Korban Banjir Pekalongan Diberi “Trauma Healing” Langsung Oleh Bunda Paud

    Anak-Anak Korban Banjir Pekalongan Diberi “Trauma Healing” Langsung Oleh Bunda Paud

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026 | 23:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak yang terdampak banjir dapat berangsur pulih secara emosional, dan kembali menjalani aktivitas keseharian dengan lebih baik tanpa bayangan masa lalu. Lebih lanjut Nawal juga meminta warga tedampak banjir yang berada di titik-titik pengungsian, untuk tetap tenang. Pasalnya, Pemprov Jawa Tengah atas arahan Gubernur Ahmad Luthfi, juga telah menyalurkan sejumlah bantuan […]

  • Tekan Prilaku Korup, Pemkab Pemalang Gelar Sosialisasi Anti Korupsi

    Tekan Prilaku Korup, Pemkab Pemalang Gelar Sosialisasi Anti Korupsi

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025 | 05:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Inspektorat menggelar acara Penandatanganan dan Publikasi Piagam Pengawasan Intern, serta Sosialisasi Anti Korupsi dan Penyerahan BKKD bagi desa yang telah melaksanakan pengelolaan sampah secara mandiri yang dilaksanakan di The Winner Premier Hotel Pemalang pada Rabu, (3/122025). Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam sambutannya usai membuka acara tersebut berharap agar […]

  • Sebanyak 22 Penghafal Al Qur’an Terima Penghargaan dari Pemprov Jawa Tengah

    Sebanyak 22 Penghafal Al Qur’an Terima Penghargaan dari Pemprov Jawa Tengah

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026 | 18:08 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemberian bisyaroh berupa tali asih senilai satu juta rupiah per orang, merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi – Taj Yasin. Tali asih tersebut, diberikan kepada warga di Jateng, yang dapat menunjukkan kemampuannya dalam menghafal kitab suci agama masing-masing. Selama tahun 2025, sebanyak 1.041 santri pengharal Quran telah menerima manfaat bisarah […]

expand_less