Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Sebagai Alat Politik?

Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Sebagai Alat Politik?

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024 | 10:33 WIB
  • print Cetak

Gejala lainnya dengan memasukkan Gibran Rakabuming putra Jokowi melalui MK, dengan memanipulasi proses hukum dan politik sehingga menjadi cawapres 02. Setelah itu kita melihat bansos dijadikan alat politik untuk memenangkan kekuasaan dalam pilpres 2024. “Suara-suara kampus dan civil society tidak diindahkan, bahkan tidak ada dialog sebagaimana dulu Soeharto mengadakan dialog dengan para mahasiswa. Itulah yang disebut gejala Otorianisme Baru. Jadi, bansos sebagai instrumen pemenangan politik adalah bagian dari konstruksi politik otoritarian” tambahnya.

Narasumber lainnya, Dr. Elan Satriawan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada melihat saat ini sudah menjadi alat tujuan utama dari politik. Bansos juga dikategorikan sangat penting untuk penanggulangan kemiskinan, faktanya hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Bansos sering kali dijadikan sebagai strategi tetapi juga sangat rentan terhadap upaya-upaya politisasi.

“Hal yang harus dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan bukan hanya bansos saja yang seolah menjadi satu-satunya jalan, karena jelas tidak akan cukup. Harus ada program afirmasi yang dapat menghilangkan/mengatasi kendala-kendala yang membuat kelompok bawah/miskin, bisa relatif setara dengan rakyat yang lain” kata Elan.

Elan memandang harus ada program perlindungan sosial yang berfungsi untuk melindungi agar kesejahteraan mereka tidak jatuh. Khususnya dalam situasi krisis, contohnya ada peristiwa penggusuran kaki lima, atau kepala keluarga yang sakit berkepanjangan, dan lainnya. Krisis yang sifatnya agregat atau pun yang unik per individu.

“Sayangnya program-program seperti UMKM, inklusifitas dan lain sebagainya tidak secara efektif dan sistematis dikaitkan dengan penanggulangan kemiskinan. Sejauh ini, yang dikenal masyarakat mengenai penanggulangan kemiskinan hanya bansos.” Tambah Elan.

Dr. Ninasapti Triaswati dosen dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melihat tujuan dari adanya bansos memang pencapaian target dengan tujuan politiknya pengentasan kemiskinan. “Sebenarnya tujuan bansos itu komprehensif bukan hanya memberikan sejumlah uang atau makanan/pendidikan, tapi dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui berbagai kebijakan ekonomi dan keuangan” kata Nina.

“Jika dibandingkan periode saat ini nilai bansos Rp 496 triliun, sedangkan periode lalu sebesar Rp 476 T. Yang menjadi masalah bukan sekedar mencapai atau bahkan tepat sasaran tetapi juga soal pemerataan antar kelompok” lanjut Nina.

Pada 2013 ke 2014 bansos yang digelontorkan sekitar Rp 398 T, di akhir era SBY sebesar Rp 439 T, jadi bisa dilihat dengan jelas bahwa ada lonjakan anggaran sekira Rp40 T. “Bahkan jika dilihat berdasarkan data, nilai bansos yang paling besar terjadi pada 2020 yaitu sebesar Rp498 T (Pandemi Covid). Kemudian terjadi penurunan kembali ke angka Rp 397 T pada 2021. kemudian naik lagi di 2022 sebesar Rp 431 dan Rp 476 di tahun 2023. Dari angka-angka itu memang ada pertanyaan besar, apakah ada kepentingan yang muncul yakni kepentingan politik?” imbuh Nina.

Wijayanto Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES menyampaikan bahwa bansos yang dibagikan saat pemilu merupakan suatu refleksi kegagalan negara untuk memenuhi amanah konstitusi. “Tak hanya itu, bansos yang diberikan adalah refleksi kegagalan birokrasi negara untuk menjalankan bantuan sosial, sehingga terjadinya kegagalan birokrasi dan administratif didalamnya” kata Wijayanto.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Tanam Pohon di Lahan Kritis, Dihadiri Dandim Pemalang

    Gerakan Tanam Pohon di Lahan Kritis, Dihadiri Dandim Pemalang

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025 | 23:24 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Kegiatan sarasehan dan gerakan menanam pohon tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Kabupaten Pemalang yang tangguh terhadap bencana dan ramah lingkungan.*

  • Gubernur Ahmad Luthfi Tetapkan UMP Jawa Tengah 2026 Rp 2.327.386

    Gubernur Ahmad Luthfi Tetapkan UMP Jawa Tengah 2026 Rp 2.327.386

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025 | 23:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP)

  • Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

    Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025 | 20:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Institut Harkat Negeri bekerja sama dengan Paramadina Public Policy Institute dan Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Mengelola Transisi Energi: Mengapa Indonesia Selalu Tertinggal?” di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Trinity Tower Lt. 45, Rabu (18/6). Diskusi hybrid ini dipandu oleh Sudirman Said, mantan Menteri ESDM sekaligus Ketua Institut Harkat Negeri. Dalam […]

  • Sensasi Unik Mangga Istana Pemalang, Diputar Seperti Alpuka Saat Mengkonsumsi

    Sensasi Unik Mangga Istana Pemalang, Diputar Seperti Alpuka Saat Mengkonsumsi

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025 | 15:20 WIB
    • account_circle Ragil Surono
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Mangga Istana banyak dibudidayakan di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tergolong mangga jenis harumanis. Oleh pengelola ,para petani diajak bekerja sama guna mengembangkan wisata petik langsung dari pohon. Mangga yang sudah tergolong masak pohon ini ,bisa langsung dipetik oleh pengunjung. Tak hanya itu,keunikan mangga favorit pihak Istana Negara ini […]

  • APK Cabub-Cawabub Pemalang Ambruk, Timpa Pengendara Sepeda Motor

    APK Cabub-Cawabub Pemalang Ambruk, Timpa Pengendara Sepeda Motor

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024 | 16:13 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dua orang Warga Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Pemalang, Jawa Tengah mengalami kecelakaan dan ambruk dari sepeda motornya setelah tertimpa baliho alat peraga kampanye (APK) calon Bupati Wakil Bupati Pemalang, Jumat, (25/10/2024). Peristiwa itu terjadi saat korban melintas di jalan raya Comal-Bodeh pada Kamis, (24/10/2024) sekitar jam 11.00 WIB. Salah satu korban Yerni […]

  • Bupati Pemalang Buka BBM Minisoccer Mayday Cup 2026

    Bupati Pemalang Buka BBM Minisoccer Mayday Cup 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026 | 15:44 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Kegiatan olahraga yang dikemas secara kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan, dan solidaritas ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa persatuan, serta menumbuhkan semangat kolektivitas di kalangan pekerja atau buruh di Kabupaten Pemalang,” jelasnya. Turnamen BBM Minisoccer Solidarity Mayday Cup 2026 yang diikuti 32 tim dari berbagai perusahaan di wilayah Kabupaten Pemalang digelar […]

expand_less