Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Sebagai Alat Politik?

Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Sebagai Alat Politik?

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gejala lainnya dengan memasukkan Gibran Rakabuming putra Jokowi melalui MK, dengan memanipulasi proses hukum dan politik sehingga menjadi cawapres 02. Setelah itu kita melihat bansos dijadikan alat politik untuk memenangkan kekuasaan dalam pilpres 2024. “Suara-suara kampus dan civil society tidak diindahkan, bahkan tidak ada dialog sebagaimana dulu Soeharto mengadakan dialog dengan para mahasiswa. Itulah yang disebut gejala Otorianisme Baru. Jadi, bansos sebagai instrumen pemenangan politik adalah bagian dari konstruksi politik otoritarian” tambahnya.

Narasumber lainnya, Dr. Elan Satriawan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada melihat saat ini sudah menjadi alat tujuan utama dari politik. Bansos juga dikategorikan sangat penting untuk penanggulangan kemiskinan, faktanya hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Bansos sering kali dijadikan sebagai strategi tetapi juga sangat rentan terhadap upaya-upaya politisasi.

“Hal yang harus dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan bukan hanya bansos saja yang seolah menjadi satu-satunya jalan, karena jelas tidak akan cukup. Harus ada program afirmasi yang dapat menghilangkan/mengatasi kendala-kendala yang membuat kelompok bawah/miskin, bisa relatif setara dengan rakyat yang lain” kata Elan.

Elan memandang harus ada program perlindungan sosial yang berfungsi untuk melindungi agar kesejahteraan mereka tidak jatuh. Khususnya dalam situasi krisis, contohnya ada peristiwa penggusuran kaki lima, atau kepala keluarga yang sakit berkepanjangan, dan lainnya. Krisis yang sifatnya agregat atau pun yang unik per individu.

“Sayangnya program-program seperti UMKM, inklusifitas dan lain sebagainya tidak secara efektif dan sistematis dikaitkan dengan penanggulangan kemiskinan. Sejauh ini, yang dikenal masyarakat mengenai penanggulangan kemiskinan hanya bansos.” Tambah Elan.

Dr. Ninasapti Triaswati dosen dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melihat tujuan dari adanya bansos memang pencapaian target dengan tujuan politiknya pengentasan kemiskinan. “Sebenarnya tujuan bansos itu komprehensif bukan hanya memberikan sejumlah uang atau makanan/pendidikan, tapi dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui berbagai kebijakan ekonomi dan keuangan” kata Nina.

“Jika dibandingkan periode saat ini nilai bansos Rp 496 triliun, sedangkan periode lalu sebesar Rp 476 T. Yang menjadi masalah bukan sekedar mencapai atau bahkan tepat sasaran tetapi juga soal pemerataan antar kelompok” lanjut Nina.

Pada 2013 ke 2014 bansos yang digelontorkan sekitar Rp 398 T, di akhir era SBY sebesar Rp 439 T, jadi bisa dilihat dengan jelas bahwa ada lonjakan anggaran sekira Rp40 T. “Bahkan jika dilihat berdasarkan data, nilai bansos yang paling besar terjadi pada 2020 yaitu sebesar Rp498 T (Pandemi Covid). Kemudian terjadi penurunan kembali ke angka Rp 397 T pada 2021. kemudian naik lagi di 2022 sebesar Rp 431 dan Rp 476 di tahun 2023. Dari angka-angka itu memang ada pertanyaan besar, apakah ada kepentingan yang muncul yakni kepentingan politik?” imbuh Nina.

Wijayanto Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES menyampaikan bahwa bansos yang dibagikan saat pemilu merupakan suatu refleksi kegagalan negara untuk memenuhi amanah konstitusi. “Tak hanya itu, bansos yang diberikan adalah refleksi kegagalan birokrasi negara untuk menjalankan bantuan sosial, sehingga terjadinya kegagalan birokrasi dan administratif didalamnya” kata Wijayanto.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pemalang Jamas Kereta Kencana dan Benda Pusaka Milik Pemkab Pemalang

    Bupati Pemalang Jamas Kereta Kencana dan Benda Pusaka Milik Pemkab Pemalang

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Kegiatan jamasan ini disaksikan dari unsur Pemerintah di lingkungan Kabupaten Pemalang, perwakilan organisasi masyarakat, sosial dan keagamaan, tokoh masyarakat dan para pelaku budaya di Kabupaten Pemalang. ***

  • Pimpin Upacara Hari Guru, Nurkholes Sampaikan Pesan Sejumlah Program Kesejahteraan Guru

    Pimpin Upacara Hari Guru, Nurkholes Sampaikan Pesan Sejumlah Program Kesejahteraan Guru

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang Nurkholes menjadi pembina upacara pda peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (25/11/2025). Ia membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang berisi berbagai langkah pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi dan kesejahteraan guru. Nurkholes juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan langkah nyata untuk meningkatkan […]

  • Wujudkan Ketahanan Pangan, Wagub Taj Yasin Dorong Lahan Tidur Bisa Digarap

    Wujudkan Ketahanan Pangan, Wagub Taj Yasin Dorong Lahan Tidur Bisa Digarap

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Bahwa cetak sawah (juga) perlu waktu. Karena di rawa, airnya bersifat asam. Jadi harus dinetralisir dulu,” katanya.*

  • Wagub Jateng Gus Yasin Gagas Digitalisasi Khazanah Wali Berbasis AI

    Wagub Jateng Gus Yasin Gagas Digitalisasi Khazanah Wali Berbasis AI

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Padahal bisa dijadikan suri tauladan. Ia mencontohkan kisah Abu Yusuf, seorang murid Imam Abu Hanifah paling miskin yang kemudian karena khidmahnya dengan guru bisa menjadi ulama besar kepercayaan raja. Cerita lain yang disampaikan ialah kisah Fudhail bin ‘Iyadh, seorang begal ternama yang menjadi wali besar karena jatuh cinta dengan perempuan salihah. “Ketika kita mengetahui karamah-karamah […]

  • Tawarkan Wanita Melalui Medsos, Seorang Mucikari di Kajen ditangkap Polres Pekalongan  

    Tawarkan Wanita Melalui Medsos, Seorang Mucikari di Kajen ditangkap Polres Pekalongan  

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – SN alias Pesek (19) warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan diamankan Sat Reskrim Polres Pekalongan beberapa waktu yang lalu. Pasalnya SN diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan diketahuinya tersangka telah menjual tiga wanita kepada pria hidung belang melalui akun media sosial miliknya. Kapolres Pekalongan, AKBP Doni Prakoso Widamanto dalam konferensi pers […]

  • Pura-Pura Pesan Kopi, Pria di Kajen Nekat Rampas Kalung Pemilik Warung, Berakhir Diciduk Polisi

    Pura-Pura Pesan Kopi, Pria di Kajen Nekat Rampas Kalung Pemilik Warung, Berakhir Diciduk Polisi

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Saat pelaku sudah di atas motor, ia sempat kesulitan menyalakan mesin kendaraannya. Momen berharga itu dimanfaatkan korban untuk menyergap pelaku dan menarik tas selempang hitam yang dikenakannya hingga talinya terputus. Meski pelaku akhirnya berhasil tancap gas, tasnya tertinggal di tangan korban. “Tas selempang hitam milik pelaku yang tertinggal tersebut menjadi kunci utama pengungkapan. Ketika dibuka […]

expand_less