Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pemalang Raya » Universitas Paramadina Soroti Tantangan dan Solusi Koperasi Merah Putih

Universitas Paramadina Soroti Tantangan dan Solusi Koperasi Merah Putih

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025 | 06:50 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG — Dalam rangka menyambut Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 12 Juli, Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Koperasi Merah Putih: Menghadapi Realita, Meretas Solusi”. Diskusi ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (11/7), menghadirkan akademisi dan praktisi koperasi dari berbagai bidang, serta dimoderatori oleh Didip Diandra, MBA., dosen Universitas Paramadina.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Mutu dan Kerjasama Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari, yang menegaskan bahwa nilai-nilai koperasi sangat selaras dengan nilai-nilai Keparamadinaan yang dijunjung kampus, yakni Keindonesiaan, Keislaman, dan Kemodernan.

“Koperasi memiliki semangat gotong royong, empati, dan kolaborasi, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa kita. Inilah mengapa penting bagi institusi akademik seperti Paramadina untuk turut menyuarakan pandangan yang konstruktif terkait inisiatif Koperasi Merah Putih,” ujar Prof. Iin.

Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza Idris, memberikan pandangan kritis terhadap target ambisius pemerintah membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih (KMP). Menurutnya, koperasi memang merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, namun harus tetap menjunjung asas kemandirian dan kekeluargaan.

“Jangan sampai koperasi hanya menjadi instrumen politis atau proyek sentralistik pemerintah pusat, seperti yang pernah terjadi pada KUD masa lalu. Terlebih, sumber pendanaan KMP berasal dari dana desa dan APBDes. Jika tidak dikelola dengan prinsip good governance, program ini berpotensi menjadi beban baru, bukan solusi,” tegas Handi.

Sorotan tajam datang dari Suroto, S.E., Direktur Cooperative Research Center (CRC) Institut Teknologi Keling Kumang, sekaligus Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Paramadina. Ia menyebut pembentukan KMP sebagai kebijakan yang mengejutkan dan kontroversial.

“Penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9/2025 yang mengatur pendirian KMP secara top-down menimbulkan kebingungan hukum dan patut dipertanyakan dasar legalitasnya,” tegas Suroto.

Ia mengkritik bahwa pendekatan negara dalam mendirikan koperasi bertentangan dengan UU No. 25 Tahun 1992 yang menekankan kemandirian dan otonomi. Lebih lanjut, Suroto menyebut bahwa pendekatan ini mencederai semangat demokrasi ekonomi:

Sementara itu, dosen Universitas Paramadina Muhammad Iksan, MM. memaparkan tantangan dari sisi makro ekonomi. Ia menyebut pembentukan KMP terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi: pertumbuhan PDB yang melambat, inflasi yang meningkat, dan nilai tukar rupiah yang fluktuatif.

“Target 80.000 koperasi memang ambisius. Hingga Juni 2025, sudah terbentuk lebih dari 72.600 koperasi. Namun tantangan tetap besar—mulai dari menurunnya koperasi simpan pinjam, lemahnya tata kelola, hingga rendahnya inklusi koperasi,” jelas Iksan.

Menutup diskusi, moderator Didip Diandra, MBA. menggarisbawahi pentingnya pengawalan dari kalangan akademik untuk menjaga arah kebijakan koperasi di Indonesia agar tetap pada jalur yang benar.

“Koperasi seharusnya bukan alat politik atau proyek jangka pendek, melainkan wadah pemberdayaan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” tegas Didip.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mudahkan Masyarakat Mendapat Pekerjaan, SMK Satya Praja 2 Petarukan akan Gelar Job Fair,

    Mudahkan Masyarakat Mendapat Pekerjaan, SMK Satya Praja 2 Petarukan akan Gelar Job Fair,

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024 | 16:32 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Sekolah pusat keunggulan SMK Satya Praja 2 Petarukan akan mengadakan Job Fair 2024 di sekolah setempat, Kamis (19/9/2024). Job fair atau bursa kerja adalah acara yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan atau pemberi kerja untuk memberikan informasi lowongan, menerima lamaran, dan melakukan wawancara. Acara ini juga membantu pencari kerja mendapatkan pekerjaan sesuai dengan […]

  • Asah Kemampuan, Polres Pekalongan Gelar Latihan Beladiri Polri Selama 3 Hari

    Asah Kemampuan, Polres Pekalongan Gelar Latihan Beladiri Polri Selama 3 Hari

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025 | 17:55 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dalam upaya meningkatkan kemampuan beladiri para anggotanya, Polres Pekalongan menggelar latihan beladiri Polri yang berlangsung selama tiga hari di Gedung Serbaguna Wicaksana Laghawa, Kajen. Latihan ini dimulai sejak Rabu (15/10/2025) dan akan berlangsung hingga Jumat (17/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personil berpangkat Bripda hingga Iptu, terutama bagi anggota yang akan melaksanakan […]

  • Partisipasi Masyarakat Diharapkan dalam Membangun Pemalang

    Partisipasi Masyarakat Diharapkan dalam Membangun Pemalang

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025 | 09:53 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Wakil Bupati Pemalang Nurkholes menyampaikan peran dan Partisipasi masyarakat dalam membangun daerah sangat dibutuhkan. Hal ini disampaikan usai memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke 29 di halaman pendopo daerah setempat, Jumat (25/4/2025). “Stakeholder juga ikut terlibat dalam pembangunan bersama pemerintah,” katanyanya. Nurkholes menyampaikan, dukungan pemerintah daerah di Hari Otonomi Daerah […]

  • Taj Yasin Maimun Soroti Tingkat Angka Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah Beberapa Tahun Terakhir

    Taj Yasin Maimun Soroti Tingkat Angka Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah Beberapa Tahun Terakhir

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026 | 22:53 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyoroti meningkatnya angka kecelakaan kerja di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengajak kepada berbagai pihak, untuk menjadikan pembudayaan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan pemanfaatan teknologi sebagai gerakan bersama. Hal itu disampaikan Gus Yasin, panggilan akrabnya, saat memberikan keynote speech, mewakili Gubernur Jateng […]

  • Buruh Bongkar Muat di Wiradesa Tewas Tersengat Listrik Tiang Lampu Jalan

    Buruh Bongkar Muat di Wiradesa Tewas Tersengat Listrik Tiang Lampu Jalan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026 | 17:44 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Nasib nahas menimpa Suratdi (38), seorang buruh bongkar muat asal Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dari tiang penerangan jalan saat hendak buang air kecil, Jumat (09/01/2026) sore. Insiden maut ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah RT. 002 RW. 001 Desa Kauman. […]

  • Libur Tahun Baru, Polres Pekalongan Sebar Personel di Seluruh Objek Wisata: Keamanan Pengunjung Jadi Prioritas!

    Libur Tahun Baru, Polres Pekalongan Sebar Personel di Seluruh Objek Wisata: Keamanan Pengunjung Jadi Prioritas!

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026 | 22:35 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Memasuki hari pertama tahun 2026, sejumlah objek wisata di Kabupaten Pekalongan mulai diserbu pengunjung. Mengantisipasi lonjakan wisatawan, Polres Pekalongan menerjunkan personel untuk melaksanakan pengamanan ketat di seluruh destinasi wisata di wilayah hukumnya, Kamis (1/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menghabiskan waktu libur tahun baru bersama […]

expand_less