Selasa, 14 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Universitas Paramadina Soroti Tantangan dan Solusi Koperasi Merah Putih

Universitas Paramadina Soroti Tantangan dan Solusi Koperasi Merah Putih

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025 | 06:50 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG — Dalam rangka menyambut Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 12 Juli, Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Koperasi Merah Putih: Menghadapi Realita, Meretas Solusi”. Diskusi ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (11/7), menghadirkan akademisi dan praktisi koperasi dari berbagai bidang, serta dimoderatori oleh Didip Diandra, MBA., dosen Universitas Paramadina.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Mutu dan Kerjasama Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari, yang menegaskan bahwa nilai-nilai koperasi sangat selaras dengan nilai-nilai Keparamadinaan yang dijunjung kampus, yakni Keindonesiaan, Keislaman, dan Kemodernan.

“Koperasi memiliki semangat gotong royong, empati, dan kolaborasi, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa kita. Inilah mengapa penting bagi institusi akademik seperti Paramadina untuk turut menyuarakan pandangan yang konstruktif terkait inisiatif Koperasi Merah Putih,” ujar Prof. Iin.

Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza Idris, memberikan pandangan kritis terhadap target ambisius pemerintah membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih (KMP). Menurutnya, koperasi memang merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, namun harus tetap menjunjung asas kemandirian dan kekeluargaan.

“Jangan sampai koperasi hanya menjadi instrumen politis atau proyek sentralistik pemerintah pusat, seperti yang pernah terjadi pada KUD masa lalu. Terlebih, sumber pendanaan KMP berasal dari dana desa dan APBDes. Jika tidak dikelola dengan prinsip good governance, program ini berpotensi menjadi beban baru, bukan solusi,” tegas Handi.

Sorotan tajam datang dari Suroto, S.E., Direktur Cooperative Research Center (CRC) Institut Teknologi Keling Kumang, sekaligus Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Paramadina. Ia menyebut pembentukan KMP sebagai kebijakan yang mengejutkan dan kontroversial.

“Penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9/2025 yang mengatur pendirian KMP secara top-down menimbulkan kebingungan hukum dan patut dipertanyakan dasar legalitasnya,” tegas Suroto.

Ia mengkritik bahwa pendekatan negara dalam mendirikan koperasi bertentangan dengan UU No. 25 Tahun 1992 yang menekankan kemandirian dan otonomi. Lebih lanjut, Suroto menyebut bahwa pendekatan ini mencederai semangat demokrasi ekonomi:

Sementara itu, dosen Universitas Paramadina Muhammad Iksan, MM. memaparkan tantangan dari sisi makro ekonomi. Ia menyebut pembentukan KMP terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi: pertumbuhan PDB yang melambat, inflasi yang meningkat, dan nilai tukar rupiah yang fluktuatif.

“Target 80.000 koperasi memang ambisius. Hingga Juni 2025, sudah terbentuk lebih dari 72.600 koperasi. Namun tantangan tetap besar—mulai dari menurunnya koperasi simpan pinjam, lemahnya tata kelola, hingga rendahnya inklusi koperasi,” jelas Iksan.

Menutup diskusi, moderator Didip Diandra, MBA. menggarisbawahi pentingnya pengawalan dari kalangan akademik untuk menjaga arah kebijakan koperasi di Indonesia agar tetap pada jalur yang benar.

“Koperasi seharusnya bukan alat politik atau proyek jangka pendek, melainkan wadah pemberdayaan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” tegas Didip.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patroli Gereja, Polsek Karanganyar Berikan Rasa Aman saat Ibadah

    Patroli Gereja, Polsek Karanganyar Berikan Rasa Aman saat Ibadah

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024 | 10:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    PEKALONGAN, JURNAL PEMALANG – Patroli digelar Polsek Karanganyar di sejumlah gereja yang berada di wilayahnya, Minggu (14/07). Selain memberikan rasa aman kepada jemaat gereja, patrol ini dimaksudkan untuk meminimalisir gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya. “Patroli kami laksanakan dengan sasaran tempat ibadah, khususnya gereja yang berada di wilayah Kecamatan karanganyar, diantaranya GKJ Immanuel Karanganyar dan Gereja […]

  • Pupuk Bersubsidi di Jateng Diperkirakan Bisa Terserap Seluruhnya pada Desember 2024

    Pupuk Bersubsidi di Jateng Diperkirakan Bisa Terserap Seluruhnya pada Desember 2024

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024 | 09:22 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyampaikan serapan pupuk bersubsidi di Jawa Tengah hingga kini telah mencapai 60,23 persen dari alokasi sebanyak 1.688.884 ton pada 2024. Hal itu ia sampaikan saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada acara Rembuk Tani di Saloka Theme Park, Kabupaten Semarang, Jumat (22/11/2024). “Insyaallah pupuk […]

  • Hoaks Serang Gubernur Ahmad Luthfi, Mafindo: Jangan Mudah Termakan Fitnah

    Hoaks Serang Gubernur Ahmad Luthfi, Mafindo: Jangan Mudah Termakan Fitnah

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026 | 18:13 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gelombang disinformasi yang menyasar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjadi perhatian publik setelah berbagai konten hoaks beredar luas di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Konten tersebut memuat berbagai tudingan, mulai dari klaim bahwa gubernur ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga narasi yang menyebut pemerintah akan menagih paksa pajak kendaraan langsung […]

  • Jelang Tahun Baru, Pemprov Jateng Kembali Gelar Government Auto Show

    Jelang Tahun Baru, Pemprov Jateng Kembali Gelar Government Auto Show

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025 | 21:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), kembali menggelar Government Auto Show (GAS) Jateng menjelang tutup tahun 2025. Even tersebut berlangsung pada 9–15 Desember 2025 di Citraland Mall Semarang, ajang itu menawarkan promo potongan harga hingga Rp60 juta, serta hadiah staycation selama periode […]

  • Pemalang Jadi Kabupaten Pertama Deklarasikan Hari Keroncong Nasional

    Pemalang Jadi Kabupaten Pertama Deklarasikan Hari Keroncong Nasional

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025 | 03:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemalang menjadi kabupaten pertama yang mendeklarasikan 1 Oktober sebagai Hari Keroncong Nasional. Deklarasi ini dilakukan dalam sebuah acara yang digelar di pendopo kabupaten setempat dan dihadiri oleh Bupati Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Nurkholes, Forkopimda, dan masyarakat pecinta musik keroncong, Rabu (1/10/2025) malam. “Alhamdulillah kita di Pemalang ikut dan menjadi kabupaten pertama yang […]

  • Selama Ramadan Jam Operasional Tempat Hibiran Malam Dibatasi, H-3 hingga H+3 Harus Tutup

    Selama Ramadan Jam Operasional Tempat Hibiran Malam Dibatasi, H-3 hingga H+3 Harus Tutup

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024 | 22:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JUENALPEMALANG.ID – Selama bulan suci Ramadan 1445 H tahun 2024, seluruh tempat hiburan malam dan rumah makan sepanjang Pantura di Kabupaten Batang jam operasional dibatasi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Diparpora) Kabupaten Batang Yarsono di Kantornya, Senin (11/3/2024). “Tujuan dari pembatasan ini untuk menjaga ketertiban dan kondusifitas serta menghormati nilai-nilai keagamaan,” […]

expand_less