Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Tempat Ibadah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik: Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam

Peran Tempat Ibadah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik: Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam

  • account_circle Tuko Chaeron
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 10:18 WIB
  • print Cetak

Kerangka Konseptual

Tempat Ibadah → Aktivitas Keagamaan → Internalisasi Nilai Islam → Pembinaan Spiritual → Pembentukan Karakter → Insan Kamil

 

  1. PENELITIAN TERDAHULU

Kajian penelitian terdahulu bertujuan untuk menunjukkan posisi penelitian yang dilakukan serta mengidentifikasi celah penelitian (research gap) yang masih memerlukan pengkajian lebih lanjut.

  1. Wiyani (2013)

Penelitian berjudul Fungsionalisasi Masjid Sebagai Laboratorium Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar menemukan bahwa masjid sekolah dapat dijadikan laboratorium pendidikan karakter melalui perencanaan program, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan keagamaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa masjid berkontribusi terhadap pembentukan karakter religius peserta didik. (E-JOURNAL)

  1. Najib, Wiyani, dan Sholichin (2014)

Penelitian mengenai manajemen masjid sekolah menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan karakter sangat dipengaruhi oleh pengelolaan masjid yang sistematis dan berkelanjutan. Masjid sekolah berfungsi sebagai pusat pembiasaan nilai-nilai Islami melalui berbagai program pendidikan karakter. (Jurnal Raden Fatah)

  1. Darul Qutni (2018)

Penelitian tentang integrasi kurikulum di pesantren menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik menjadi lebih efektif ketika nilai-nilai spiritual dan sosial diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pendidikan. (Jurnal UMJ)

  1. Aulia dkk. (2024)

Penelitian mengenai ekstrakurikuler keagamaan menemukan bahwa kegiatan keagamaan mampu memperkuat karakter religius, kedisiplinan, dan tanggung jawab peserta didik melalui pembiasaan dan keteladanan. (Journal of Education Research)

  1. Rahmadani dan Darmawansah (2025)

Penelitian tentang Forum Remaja Islam (FORIS) menunjukkan bahwa kegiatan seperti salat berjamaah, tahfiz, yasinan, dan pengelolaan mushala memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter religius peserta didik. (E-Journal IAIN Palopo)

  1. Huda dkk. (2022)

Penelitian komparatif antara Al-Ghazali dan Thomas Lickona menemukan bahwa keduanya sama-sama menempatkan karakter sebagai tujuan utama pendidikan, meskipun Al-Ghazali berorientasi pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), sedangkan Lickona berorientasi pada pengembangan moral sosial. (UIN Ar-Raniry Journal Portal)

  • Penulis: Tuko Chaeron

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less