Peran Tempat Ibadah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik: Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam
- account_circle Tuko Chaeron
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 10:18 WIB
- print Cetak

Gambar ilustrasi ( generate by ia)
- Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari:
- Buku filsafat pendidikan Islam
- Jurnal ilmiah
- Dokumen sekolah
- Program kegiatan keagamaan
- Arsip dan laporan kegiatan masjid
- Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
Observasi dilakukan secara langsung terhadap aktivitas yang berlangsung di tempat ibadah.
Tujuan observasi adalah:
- Mengamati aktivitas keagamaan peserta didik.
- Mengidentifikasi bentuk pembinaan karakter.
- Mengetahui keterlibatan peserta didik dalam kegiatan masjid.
Aspek yang Diamati
| No | Aspek Observasi |
| 1 | Salat berjamaah |
| 2 | Kajian keagamaan |
| 3 | Tadarus Al-Qur’an |
| 4 | Kegiatan sosial |
| 5 | Disiplin peserta didik |
| 6 | Interaksi sosial |
- Wawancara
Wawancara dilakukan secara mendalam (in-depth interview).
Informan Penelitian
| No | Informan |
| 1 | Kepala Sekolah |
| 2 | Guru PAI |
| 3 | Pembina Rohis |
| 4 | Pengurus Masjid |
| 5 | Peserta Didik |
Contoh Pertanyaan Wawancara
Untuk Kepala Sekolah
- Bagaimana kebijakan sekolah terkait pemanfaatan tempat ibadah?
- Apakah masjid dijadikan sarana pendidikan karakter?
Untuk Guru PAI
- Bagaimana integrasi kegiatan masjid dengan pembelajaran PAI?
- Nilai karakter apa yang paling berkembang melalui kegiatan masjid?
Untuk Peserta Didik
- Seberapa sering mengikuti kegiatan masjid?
- Apa manfaat yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan tersebut?
- Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tertulis.
- Penulis: Tuko Chaeron


