Peran Tempat Ibadah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik: Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam
- account_circle Tuko Chaeron
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 10:18 WIB
- print Cetak

Gambar ilustrasi ( generate by ia)
Konsep ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas manusia, termasuk pendidikan, harus diarahkan pada penghambaan kepada Allah SWT.
- Manusia sebagai Khalifah
Allah SWT berfirman: وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al-Baqarah: 30)
Sebagai khalifah, manusia bertanggung jawab mengelola bumi dengan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan keberlanjutan.
Pendidikan Islam bertugas mempersiapkan manusia agar mampu menjalankan amanah tersebut.
- Potensi Dasar Manusia
Menurut Al-Qur’an, manusia memiliki beberapa potensi:
- Potensi Ruhani, artinya Potensi yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT.
- Potensi Akal, artinya Kemampuan berpikir dan memahami ilmu pengetahuan.
- Potensi Jasmani, artinya Kemampuan fisik untuk menjalankan aktivitas kehidupan.
- Potensi Sosial, Kemampuan berinteraksi dengan sesama manusia.
Keempat potensi tersebut harus berkembang secara seimbang melalui pendidikan.
- TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
Tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang memiliki keseimbangan antara aspek duniawi dan ukhrawi.
Menurut Al-Attas, tujuan pendidikan Islam adalah menghasilkan manusia yang baik (good man) bukan sekadar warga negara yang baik (good citizen).
- Penulis: Tuko Chaeron


