Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kolom » Peran Tempat Ibadah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik: Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam

Peran Tempat Ibadah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik: Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam

  • account_circle Tuko Chaeron
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 10:18 WIB
  • print Cetak
  1. Bagi Orang Tua

Orang tua perlu mendorong keterlibatan anak dalam aktivitas keagamaan di tempat ibadah sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan keluarga.

  1. Rekomendasi
  2. Rekomendasi untuk Sekolah

Sekolah perlu:

  1. Menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan karakter.
  2. Mengembangkan program pembiasaan ibadah.
  3. Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam seluruh aktivitas sekolah.
  4. Melibatkan peserta didik dalam pengelolaan kegiatan keagamaan.
  1. Rekomendasi untuk Pemerintah

Pemerintah melalui kementerian terkait perlu:

  1. Mendukung program pendidikan karakter berbasis tempat ibadah.
  2. Menyediakan fasilitas keagamaan yang memadai di lembaga pendidikan.
  3. Mendorong kolaborasi antara sekolah dan lembaga keagamaan.
  1. Rekomendasi untuk Pengelola Masjid

Pengelola masjid diharapkan:

  1. Mengembangkan program remaja masjid.
  2. Menyelenggarakan kajian yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
  3. Menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan karakter dan kepemimpinan.
  1. Rekomendasi untuk Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini masih memiliki keterbatasan sehingga diperlukan penelitian lanjutan mengenai:

  1. Pengaruh program remaja masjid terhadap karakter peserta didik.
  2. Efektivitas pendidikan karakter berbasis masjid sekolah.
  3. Peran teknologi digital dalam mendukung pendidikan karakter berbasis tempat ibadah.
  4. Studi komparatif antara sekolah yang memiliki program masjid aktif dan yang tidak.
  1. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan:

  1. Penelitian dilakukan pada satu lokasi sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas.
  2. Fokus penelitian hanya pada karakter religius, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
  3. Analisis lebih menitikberatkan pada perspektif filsafat pendidikan Islam sehingga belum mengkaji secara mendalam pendekatan psikologis dan sosiologis.
  4. Data penelitian sangat dipengaruhi oleh kondisi dan karakteristik lokasi penelitian.
  • Penulis: Tuko Chaeron

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Jateng Terima Kunjungan Komunitas Blok GM, Komunitas Syndrome Balik Era 90an

    Wagub Jateng Terima Kunjungan Komunitas Blok GM, Komunitas Syndrome Balik Era 90an

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025 | 22:44 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Ini bagus, anak-anak muda berkumpul di jalanan kota untuk sesuatu yang positif, nguri-uri masa lalu sekaligus untuk sama-sama menjaga kota Semarang aman dan kondusif,” pesanya. Wagub sempat mencoba naik motor unik hasil modifikasi anggota komunitas Blok GM yang dibawa ke Rumdin. Motor dengan modifikasi atap itu dinaiki keliling rumah dinas. Diantara komunitas Blok GM adalah […]

  • Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas XII SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan 2025

    Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas XII SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan 2025

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025 | 16:06 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar
  • Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

    Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025 | 20:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Institut Harkat Negeri bekerja sama dengan Paramadina Public Policy Institute dan Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Mengelola Transisi Energi: Mengapa Indonesia Selalu Tertinggal?” di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Trinity Tower Lt. 45, Rabu (18/6). Diskusi hybrid ini dipandu oleh Sudirman Said, mantan Menteri ESDM sekaligus Ketua Institut Harkat Negeri. Dalam […]

  • Sekda se-Jawa Tengah Diminta Perhatikan Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

    Sekda se-Jawa Tengah Diminta Perhatikan Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026 | 07:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menegaskan pentingnya kesamaan frekuensi antara kepala daerah dan sekretaris daerah. Menurutnya, keterbukaan komunikasi akan mencegah sekat-sekat dalam birokrasi. “Yang penting kepala daerah dan sekda satu frekuensi. Kalau tidak pas, saling mengingatkan supaya kebijakan berjalan baik,” kata Dedy.*

  • Gubernur Ahmad Luthfi Tetapkan UMP Jawa Tengah 2026 Rp 2.327.386

    Gubernur Ahmad Luthfi Tetapkan UMP Jawa Tengah 2026 Rp 2.327.386

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025 | 23:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP)

  • Prabowo Naikkan Upah Minimum Nasional 6,5%: Kita Terus Berjuang Perbaiki

    Prabowo Naikkan Upah Minimum Nasional 6,5%: Kita Terus Berjuang Perbaiki

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024 | 21:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmen untuk terus berupaya memperbaiki kesejahteraan para buruh di Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo pada konferensi pers usai melakukan rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (29/11) sore. “Saudara-saudara sekalian, kesejahteraan buruh adalah sesuatu yang sangat penting. Kita akan perjuangkan terus perbaikan kesejahteraan mereka,” tutur Prabowo. Hal […]

expand_less