Peran Tempat Ibadah Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik: Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam
- account_circle Tuko Chaeron
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 10:18 WIB
- print Cetak

Gambar ilustrasi ( generate by ia)
- Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
Berisi latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional, dan sistematika penulisan.
BAB II Kajian Teori
Membahas filsafat pendidikan Islam, konsep tempat ibadah, pendidikan karakter, dalil Al-Qur’an dan Hadis, serta penelitian terdahulu.
BAB III Metode Penelitian
Berisi jenis penelitian, pendekatan penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Menyajikan temuan penelitian serta analisis berdasarkan filsafat pendidikan Islam.
BAB V Penutup
Berisi kesimpulan, implikasi, dan saran penelitian.
BAB II
KAJIAN TEORI
- FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
- Pengertian Filsafat
Secara etimologis, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philos yang berarti cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, filsafat dapat dimaknai sebagai kecintaan terhadap kebijaksanaan atau usaha manusia untuk mencari hakikat kebenaran secara mendalam melalui pemikiran rasional, sistematis, kritis, dan komprehensif.
Menurut Harun Nasution, filsafat merupakan cara berpikir secara mendalam, radikal, sistematis, dan universal terhadap segala sesuatu yang ada. Dalam konteks pendidikan, filsafat berfungsi sebagai dasar konseptual yang memberikan arah, tujuan, metode, dan nilai-nilai yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan.
- Penulis: Tuko Chaeron


